FAQ UWC/ MIT

Mungkin banyak dari kalian yang mampir ke blog ini dan bertanya-tanya tentang SMAN 3 Bandung, UWC, dan MIT. Akan luar biasa sekali, jika kalian semua membaca laman ini sebelum bertanya langsung lewat surel. Well, kalau mau say hi lewat surel juga boleh, hehe.

Bagaimana kamu masuk UWC dan MIT? 

Saya bisa mengerti kalau kalian tak punya cukup waktu untuk membaca semua postingan berlabel UWC atau MIT di blog ini. Benar, karena memilah postingan yang ‘benar’ untuk dibaca memang agak susah. Apalagi saya cenderung senang cerita panjang-panjang soal hal-hal yang sepele.

Jadi, saya sudah bermimpi untuk kuliah di MIT sejak kelas 3 SD. Pintunya terbuka begitu saya masuk UWC (uwc.org), waktu itu komite seleksi yang di Indonesia (http://uwcindonesia.org/) sosialisasi ke sekolahku, terus saya coba-coba. Seleksi UWC itu untuk kelas 11 SMA, biasanya aplikasinya dibuka bulan Januari tiap tahunnya, dan deadline-nya bulan Februari/ Maret. Saya berangkat ke Amerika Serikat Agustus 2010, dan meneruskan SMA di UWC-USA (http://www.uwc-usa.org/), dan lulus Mei 2012. Lama saya di SMA 4 tahun jadinya, telat setahun karena ke UWC.

Di sana, proses aplikasi ke universitas dimulai setahun sebelum lulus UWC (Mei 2011). Saya mulai menulis essay, belajar untuk SAT, dan TOEFL. Konselor saya di UWC waktu itu suportif sekali, karena itu, 98% lulusan UWC berhasil meneruskan ke jenjang universitas (di Asia, Eropa, Amerika) dengan beasiswa. Untuk mendaftar ke MIT, deadline aplikasinya 1 Januari 2012, dan keputusan diterima/ tidaknya pertengahan Maret.

Di UWC/ MIT, apakah kamu mendapat beasiswa full?

Untuk UWC, karena mereka adalah sekolah yang bergantung kuat terhadap bantuan donor, resesi tahun 2008 lalu membuat banyak beasiswa merit-based berkurang. Jika kamu benar-benar tidak mampu, kamu bisa berkesempatan untuk mendapat beasiswa full. Jika kamu termasuk mampu, kamu akan mendapatkan beasiswa parsial, dan jumlah kontribusi orangtuamu disesuaikan dengan keadaan keluargamu.

Di MIT (S1), seperti kebanyakan universitas di Amerika Serikat lainnya, memberi kesempatan untuk mendaftar financial aid, atau bantuan finansial. Jadi jumlah biaya kuliah yang kamu bayarkan, akan disesuaikan dengan kondisi finansial keluargamu.

Jangan takut mendaftar/ mencoba hanya karena masalah biaya!

Apa saja yang dibutuhkan untuk mendaftar UWC?

Tiap tahun syaratnya bervariasi, tetapi dari yang saya ingat, kamu harus kelas 2 atau 11 SMA/ sederajat. Saat saya mendaftar tahun 2010, siswa akselerasi tidak diperbolehkan untuk mendaftar. Selain itu, ada nilai rata-rata minimal di laporan hasil belajar (saat 2010, nilai minimalnya 8,0 dari skala 10,0). Ada surat-surat rekomendasi yang harus dipersiapkan, biasanya ada satu dari guru dan satu dari kepala sekolah. Selain itu, kamu harus mengisi aplikasinya dan menulis essay. Jika memang berniat untuk mendaftar, harus dipersiapkan sedini mungkin, jangan biarkan hingga menit terakhir.

Apa saja yang dibutuhkan untuk mendaftar MIT (undergraduate- S1)?

Hal pertama yang dibutuhkan adalah formulir pendaftaran (semuanya online, check mitadmissions.org dan buat account di MyMIT). Aplikasi ini terdiri dari 2 bagian (Part 1: Biografi, Part 2: esai, nilai, aktivitas). Selain itu, kamu juga harus mengirimkan Secondary School Report (template ada di MyMIT, dan harus diisi oleh kepala sekolah/ guru BK), guidance counselor recommendation (diisi guru BK/ wali kelas), rekomendasi dari guru sains/ matematika, rekomendasi dari guru ilmu sosial/ bahasa, transkrip raport (dari kelas 9-12), school profile (profil sekolah yang menerangkan statistik siswa, guru, bangunan sekolah), wawancara dengan alumni (bisa bertemu langsung atau lewat Skype, kamu harus mengontaknya sendiri, MyMIT akan mencocokkan kamu dengan alumni yang tinggal di daerahmu), hasil SAT Subject Tests dan TOEFL. FYI, nilai minimal TOEFL yang harus kamu dapatkan adalah 577, dan direkomendasikan untuk mendapat 600+. Semua ini harus dikirimkan dan di-submit sebelum tanggal 1 Januari tahun kamu masuk. Lebih lengkapnya bisa dilihat di sini.

Setelah itu, bulan Februarinya (pertengahan Februari kalo tidak salah), jangan lupa mendaftar financial aid. Buat account di Collegeboard, lalu isi CSS/Profile (http://student.collegeboard.org/css-financial-aid-profile). Lalu, jangan lupa untuk mengirimkan dokumen pendukung (bukti bayar pajak atau surat yang menyatakan penghasilan tahunan orang tua).

Sehari setelah pengumuman diterima, keluar juga pengumuman financial aid yang ditawarkan oleh MIT. Setelah itu, kamu tinggal memutuskan untuk mengambil atau tidak tawaran mereka, paling lambat awal Mei (pasti diambil, kan? Hehe). Setelah itu, baru proses lainnya seperti mengurus dokumen-dokumen keimigrasian (visa), mencari asrama, dan seterusnya dimulai.

Bagaimana jika ingin mendaftar S2/ S3 di MIT?

 Untuk yang satu ini, saya kurang tahu. Mungkin kalau nanti saya meneruskan S2 atau di S3 di Amerika Serikat akan saya bagikan. Untuk sementara ini, coba lihat informasinya di websitenya MIT Office of Graduate Admissions: http://web.mit.edu/admissions/graduate/.

Ada berapa orang Indonesia di MIT? Berapa orang Indonesia yang diterima di MIT tiap tahunnya? Bagaimana dengan Muslim yang harus Sholat Jumat?

 Ada kurang lebih dua puluh orang Indonesia di MIT saat ini, sebagian besar dari mereka adalah mahasiswa S2/ S3. Mahasiswa S1-nya sendiri kurang dari 10 orang. Tiap taun MIT menerima 1-3 orang mahasiswa S1 dari Indonesia, dan saya kurang tahu untuk statistik mahasiswa S2/ S3.

Untuk yang beragama Islam, ada mushola di MIT. Letaknya dekat dengan Student Center dan cukup strategis. Tentu saja, tiap Jumat mereka mengadakan Sholat Jumat berjamaah. Saat Bulan Ramadhan pun komunitas Muslim di sini berkumpul untuk buka puasa bersama, dan sholat tarawih berjamaah. CMIIW, karena saya belum pernah menghabiskan Bulan Ramadhan dan Idul Fitri di sini. Kalau soal makanan halal, dining hall di MIT juga menyediakan daging sapi dan ayam halal. Iya, pantas timbangan saya naik, hehe.

Apakah ada tips untuk mendaftar UWC/ MIT?

 Cek postingan saya tentang tips mendaftar UWC yang ditulis awal tahun 2014.

Untuk MIT, kamu harus mempersiapkan segala sesuatunya sedini mungkin. Mulai belajar SAT dan TOEFL dari kelas 11 SMA, dan bersiap untuk mengambil tiap tesnya setidaknya dua kali (kecuali kalau kamu benar-benar percaya diri bahwa nilaimu akan langsung memuaskan in the first attempt). Ikut kegiatan-kegiatan yang sesuai dengan passion-mu, karena masuk/ tidaknya kamu tidak hanya tergantung pada nilaimu, tetapi juga pada hal yang kamu lakukan di luar sekolah dan belajar. Bisa juga lihat postingan saya di Kompasiana tentang menjadi mahasiswa S1 di MIT.

Satu hal lagi, Google adalah teman baik. Mencari program yang ditawarkan MIT? Google ‘majors at MIT‘. Mencari jumlah financial aid yang diberikan MIT tahun ini? Google ‘financial aid MIT gives in 2014′.

Juga jangan lupa berdoa dan minta dukungan ke orangtua, hehe.

Apa tips kamu untuk wawancara saat apply UWC/MIT?

 Be confident and be yourself. Jangan menjadi orang lain. Rencanakan hal yang ingin kamu sampaikan pada pewawancara, tapi jangan dihafalkan.

Walaupun kamu merasa Bahasa Inggrismu masih kurang, usahakan agar kamu berbicara Bahasa Inggris terus, walaupun patah-patah. Pewawancara akan melihatmu sebagai orang yang selalu berusaha keras.

Apa tantangannya sekolah/ kuliah di luar negeri?

Harus belajar mandiri dan merawat diri sendiri, bahasa yang berbeda, kultur dan ekspektasi orang yang berbeda, dan materi yang lebih sulit (mungkin karena dalam bahasa asing, ya).

Tetapi semuanya berbuah manis, saya merasa kepribadian saya tumbuh, dan sayabisa melihat dunia dari perspektif yang berbeda. Selain itu, semangat juang rasanya semakin tinggi, karena saya selalu dihadapkan dalam situasi yang berbeda-beda. Bisa jalan-jalan adalah bonus yang luar biasa, hehe.

Saat kembali dan melihat Indonesia dari kacamata lain (baca: kacamata orang luar) pun merupakan aset yang mahal. Hanya dengan menjadi kritis terhadap diri sendiri, kita bisa menjadi lebih baik bukan? Begitupun terhadap negeri ini.

Siap untuk berburu kesempatan sekolah/ kuliah di luar negeri? Semoga sukses!

59 thoughts on “FAQ UWC/ MIT

  1. Salam kenal teh Noor Titan, alhamdulillah inspiring banget blognya… saya jadi nyesel dulu waktu SMA ga update ttg beasiswa MIT 😦 Semoga sukses yaa studinya ^^ Berharap suatu saat bisa studi juga di MIT hehehe

    Like

Comments are closed.