Cerita: Sepatu

Masih ingat seri cerita J yang kutulis beberapa bulan lalu? Karena aku ingin kembali menulis sesuatu yang menyenangkan (dan semoga saja cukup ringan/ tidak terlalu abstrak), musim panas kali ini aku ingin meluncurkan seri cerita baru: Cerita. Cerita-cerita yang diunggah akan berpusat pada satu tema, dan aku akan menulis segala hal dengan satu benang merah tersebut.Semoga saja hal ini cukup menarik untuk rekan-rekan pembaca sekalian.

Sepatu.

Apa memori tertua kalian soal sepatu?

Setelah mengulik sekian dalam, mungkin memori tertuaku soal sepatu bermuara di Homyped. Atau Carvil. Entahlah. Antara dua itu yang jelas.

Continue reading “Cerita: Sepatu”

Cerita: Mudik Lebaran

Masih ingat seri cerita J yang kutulis beberapa bulan lalu? Karena aku ingin kembali menulis sesuatu yang menyenangkan (dan semoga saja cukup ringan/ tidak terlalu abstrak), musim panas kali ini aku ingin meluncurkan seri cerita baru: Cerita. Cerita-cerita yang diunggah akan berpusat pada satu tema, dan aku akan menulis segala hal dengan satu benang merah tersebut.Semoga saja hal ini cukup menarik untuk rekan-rekan pembaca sekalian. Inilah tema pertama: Mudik Lebaran. Tema pertama, Telepon bisa dibaca di sini.

Memori paling awal bagiku soal mudik kembali ke masa-masaku berumur lima-enam tahun. Kala itu, mendapat tiket kereta rasanya seperti mukjizat, karena benar-benar susah didapat. Apalagi untuk keberangkatan H-3 Lebaran. Kereta api memang menjadi andalan bagi siapapun, karena dia raja di jalanan (bahkan lebih berkuasa dari truk, bus, atau mobil, karena saat kereta lewat, semua harus memberikan jalan).

Sejak kecil, aku sudah familiar dengan satu nama kereta: Lodaya. Semua berawal dari dia.

Continue reading “Cerita: Mudik Lebaran”

Cerita: Telepon

Masih ingat seri cerita J yang kutulis beberapa bulan lalu? Karena aku ingin kembali menulis sesuatu yang menyenangkan (dan semoga saja cukup ringan/ tidak terlalu abstrak), musim panas kali ini aku ingin meluncurkan seri cerita baru: Cerita. Cerita-cerita yang diunggah akan berpusat pada satu tema, dan aku akan menulis segala hal dengan satu benang merah tersebut.

Semoga saja hal ini cukup menarik untuk rekan-rekan pembaca sekalian. Inilah tema pertama: Telepon.

Mungkin generasi yang sepantaran denganku mengerti betul revolusi signifikan dari telepon; saat kami lahir, pager dan telepon rumah mungkin masih jadi andalan. Tetapi sekarang ini, handphone atau telepon genggam telah menjadi raja; bahkan mereka dilabeli ‘pintar’, seperti ponsel pintar.

Telepon memiliki cerita sendiri untukku.

Continue reading “Cerita: Telepon”