/simˈpōzēəm/

Menurut Google, symposium memiliki arti berikut ini:

  • A conference/ meeting to discuss a particular subject.
  • A collection of essays or papers on a particular subject by a number of contributors.
  • A drinking party or convivial discussion, especially as held in ancient Greece after a banquet (and notable as the title of a work by Plato).

Tiga pengertian yang menarik. Dan lebih menarik lagi melihat akar kata dari symposium ini.

Akar kata simposium.

Intinya, pesta minum-minum. Bagaimana dengan Simposium PPI Amerika Eropa yang kemarin baru saja aku ikuti, tanggal 19-21 Mei 2017? Apakah suasananya seperti pesta tersebut?

Mungkin suasananya, ya, seperti ‘pesta’. As an introvert, I always feel nervous being in a networking event, but for this one, rather than being stressful, I was quite delighted meeting and getting to know people. Selain itu, ada satu hal yang cukup menarik yang ingin kubahas lebih lanjut, mengenai network itu sendiri, literally.

Jejaring. Yang ditebalkan merupakan jejaring yang ku-extend selama periode 3 hari simposium di Washington DC kemarin.

Continue reading “/simˈpōzēəm/”

Advertisements

Titan Is Now on Radio!

Quantum leap, begitu pikirku. Semua diawali dengan wawancara program Berburu Beasiswa sekitar 2 bulan yang lalu oleh SS (Sobat Siar) Astari dari Jepang, di Radio PPI Dunia. Berbekal pengalaman minimum soal public speaking, tawaran itu kuiyakan.

Sebelumnya, aku pernah juga menjadi narasumber di Seminar Indonesia Mengglobal di @america, yang bisa kalian saksikan di sini. Bisa kalian lihat dengan jelas, betapa kaku dan tidak luwesnya aku dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul. Setelah dari acara itu, rasa menyesal tetap mengendap di dasar hati, dan aku berjanji pada diri sendiri, kalau ada kesempatan sharing dengan khalayak luas seperti itu lagi, tak akan kusia-siakan.

Aku tahu, pengalaman kurang maksimal bersama Indonesia Mengglobal itu 75%-nya muncul dari ketidaksiapanku. Aku tidak tahu apa saja hal-hal penting yang harus kusampaikan, pesan apa yang aku ingin audiens ingat setelah pulang, dan sebagainya.

Keeping that at the back of my mind saat persiapan untuk wawancara di Radio PPI Dunia, aku mempersiapkan sebisa mungkin. Aku sengaja bangun lebih pagi (siarannya waktu itu pukul 10:00 waktu Boston, atau 21:00 Waktu Indonesia Barat), dan siap-siap supaya kepalaku tidak berpikir macam-macam, atau perutku tidak kelaparan.

It went well. Rasanya senang sekali ‘melihat’ antusiasme teman-teman yang mendengarkan cerita hidupku yang mungkin tidak ada apa-apanya dibandingkan orang lain. Bahkan, aku mendapat beberapa kenalan baru.

Apa aku harus mencoba menjadi penyiar di radio ini supaya aku bisa ‘melatih’ kemampuan public speaking-ku, yang mana, sangat susah kulatih?

Continue reading “Titan Is Now on Radio!”