Tax Return Drama

I am not an American by passport (as of now), nor a permanent resident (green card holder).

However, it struck me when I was filling out my tax return this year. The tax software was telling me, basically, “Hey, you’re no longer a non-resident alien*. You’re officially a resident alien* (hooray!). Fill the same tax return form as the Americans instead, girl.”

*A side note: alien means non-American and non-American green card holder. I am an alien in the US, basically.

That means, I have lived in the USA for long enough, that now I am a resident of the USA for tax purpose. Although I was away from the States between June 2014-August 2015, all the number of days have accumulated for the past 4 years. That may also mean, the tax treaty benefit between Indonesia-USA which states, an Indonesian student living in the USA funded by a scholarship/ fellowship for the first 5 years may be tax exempted, is no longer available for me.

Uh-oh, what should I do?

tax-docs
What should I do with all of these?

Continue reading “Tax Return Drama”

(Very Basic) Molecular Gastronomy

*I feel like writing in English today. If you prefer reading my blog in Indonesian, please bear with me this one time 🙂

So, this is IAP. And IAP is always a great time of the year, when I actually feel like at MIT, the place with endless knowledge and quirkiness waiting to be pursued. This year, besides taking several writing classes (2, actually: 1. Because I didn’t pass my Graduate Writing Exam 2. Because there is this cool class about graduate student blog which I am excited about, I also took “Learning Science through Cooking”.

Liquid nitrogen ice cream!
Liquid nitrogen ice cream!

Oh boy, that was an amazing class. I got to taste liquid nitrogen ice cream (again), (so much) chocolate -including chocolate caviar, and vauquelin.

 

Let’s start with something easy, shall we? Continue reading “(Very Basic) Molecular Gastronomy”

Mencari Sepi di Maine

Akhir minggu yang lalu, bersama teman-teman mahasiswa, teknis, professor, dan saintis di labku, kami berdelapan belas pergi ke Maine untuk melakukan Lab Retreat musim gugur. Dalam Bahasa Indonesia, kata ‘retreat’ sendiri punya asosiasi yang kuat dengan agama tertentu (KBBI: khalwat mengundurkan diri dari dunia ramai untuk mencari ketenangan batin). Meskipun begitu, Lab Retreat ini tidak ada hubungannya dengan religi. Tujuannya sederhana: mendekatkan diri dengan anggota lab lainnya, menyelesaikan masalah personal intralab, dan juga bersenang-senang!

PV Lab, credit: Marius
MIT PV Lab, credit: Marius.

Continue reading “Mencari Sepi di Maine”

Melanjutkan S2 di Teknik Mesin MIT

Sebelumnya, aku minta maaf kalau baru sekarang aku menuliskan prosesku mendaftar S2 Teknik Mesin di MIT. Sebenarnya sudah lama ingin menulis tentang hal ini, tetapi baru seminggu terakhir ini, aku akhirnya menemukan Lab tempat aku akan melakukan riset selama setidaknya dua tahun ke depan, hehe.

Siap untuk melihat pemandangan ini langsung?
Siap untuk melihat pemandangan ini langsung?

Continue reading “Melanjutkan S2 di Teknik Mesin MIT”

Bertemu Asisten Ahok: Menyiapkan Diri untuk Kembali

Salah satu asisten Gubernur Jakarta Pak Ahok, yang bernama Michael Sianipar, beberapa hari lalu mengunjungi komunitas Indonesia di Boston. Setelah hari Rabu (14/9) kemarin mengisi acara berbagi pengalaman dengan Permias Massachusetts, hari Kamis (15/9) kemarin anak-anak AIS-MIT (Association of Indonesian Students at MIT) juga makan malam dengannya dan berbicara lebih lanjut soal masa depan sains dan teknologi di Jakarta khususnya, dan Indonesia secara umumnya.

Ada beberapa poin menarik yang didiskusikan oleh kami. Akan kusampaikan dengan singkat, ya.

Disclaimer: Mungkin teman-teman pembaca akan berpikir bahwa ada unsur politik di postingan kali ini, yang akan saya bantah. Saya bukan warga Jakarta, dan ini bukan kali pertama politisi datang ke MIT. Sebelumnya, Menteri Kelautan, Ibu Susi, dan Walikota Bandung, Pak Ridwan Kamil, bahkan Wakil Menteri Pendidikan pernah ke sini.

Continue reading “Bertemu Asisten Ahok: Menyiapkan Diri untuk Kembali”