A (Relevant) Old Doc

Tidak bisa dipungkiri, jarak satu samudera antara Amerika Serikat dan Indonesia membuatku tak mengenal keadaan sebenarnya, dan kondisi terkini dari tanah kelahiranku. Saya hanya membaca berita selewat, atau mendapat informasi dari teman-temanku di tanah air yang mengirimkan satu dua pesan soal sesuatu yang bombastis, atau ‘sekadar menarik’. I admit itI’m biased. 7 tahun di Amerika Serikat tentu saja mau tak mau mengubah kerangka berpikirku, yang dulu mungkin cenderung tradisional dan ABS, alias asal Bapak senang.

Anda tahu saya akan membahas soal apa.

Continue reading “A (Relevant) Old Doc”

Prepping for Spring

After a long (and cold) wait, I can finally feel the spring breeze again. The season has officially arrived in Boston, which is marked by my oversensitive snotty nose because the pollen is everywhere!

Well, it is partly my fault for not taking my spring allergy medicine regularly. I am just trying to save as many pills as possible for future springs, because I got only a few pill strips left. I don’t buy my allergy medicine in the USA actually, because it’s much cheaper to buy the ‘generic version’ (versi obat generik) in a pharmacy in Indonesia.

For me, surviving this:

Beautiful tree!

Requires this:

Allergy medicine. It says “HET RP 4.794,-/ STRIP” which means, it costs about 40 cents USD per strip (10 pills), or 4 cents per pill!

Continue reading “Prepping for Spring”

A Sick Day

2 days ago, my runny and stuffy nose got so bad, that all the handkerchiefs I brought got wet in less than 10 minutes. A good of friend of mine told me, “Oh, you should go to Medical and have a full bed rest.” But I replied, “Oh, no, my postdoc is coming back from Stanford tomorrow and I have to run an XRD* data analysis with him in the morning; we made an appointment with the Center of Material Science Engineering expert.”

*X-Ray Diffraction. Debye rings. Bragg’s condition. Fun stuff, you should Google them if you have time! It’s one of many methods for characterization, and it’s like material’s fingerprints. So if you have an unknown material and do XRD on them, you can tell the composition of the material based on how the material reflects the X-Ray. Fun fun!

So, yesterday, I woke up early as usual. Went to campus, met my postdoc in the morning before heading to our appointment. He looked at me and said, “Wow, you look really really sick. Are you OK?” I replied shortly, “Yeah, I’m fine, probably will have a quick run to the Medical.”

He was okay with that, until 10 minutes later, pitying over me sneezing. At the end of our appointment, he told me, “Go to Medical. And get a lot of rest (yeah, he sounded like he was underlining those words). I am planning to do XPS at Center for Nanoscale Systems this afternoon, but don’t force yourself. Take a day off tomorrow. I need to work on my paper anyway.”

Continue reading “A Sick Day”

Cerita: Sepatu

Masih ingat seri cerita J yang kutulis beberapa bulan lalu? Karena aku ingin kembali menulis sesuatu yang menyenangkan (dan semoga saja cukup ringan/ tidak terlalu abstrak), musim panas kali ini aku ingin meluncurkan seri cerita baru: Cerita. Cerita-cerita yang diunggah akan berpusat pada satu tema, dan aku akan menulis segala hal dengan satu benang merah tersebut.Semoga saja hal ini cukup menarik untuk rekan-rekan pembaca sekalian.

Sepatu.

Apa memori tertua kalian soal sepatu?

Setelah mengulik sekian dalam, mungkin memori tertuaku soal sepatu bermuara di Homyped. Atau Carvil. Entahlah. Antara dua itu yang jelas.

Continue reading “Cerita: Sepatu”

4 Pelajaran dari 2016

Selamat Tahun Baru 2017! Setelah ‘telat’ selama 12 jam dibandingkan WIB, akhirnya Boston pun juga berada di tahun yang sama, di tahun 2017.

Sebuah komentar di Instagram milikku, membangunkanku dari tidurku. Salah satu foto yang kupost dari tahun lalu berisi sketsa sederhana tentang tahun 2016.

photo_2017-01-01_19-43-09
Betul, gambarku memang kekanak-kanakan. Maafkan aku, ya! Haha.

Sudah ada berapa hal yang kucapai di tahun 2016?

Continue reading “4 Pelajaran dari 2016”

The Old Days When I Was Doing Liesegang Experiment

Time passes by really fast. Before I have a full grasp of what is going on this year, the year has come to an end.

Ritual akhir tahunku dimulai dengan membersihkan Google Driveku yang sudah merah dan minta diselamatkan. Tinggal tunggu waktu hingga akhirnya dia menyerah dan bilang, “Bayar extra storage sekarang, atau kamu tidak bisa menyimpan hasil kerjamu!”

Mumpung semester musim dingin belum mulai dan aku belum disibukkan oleh kelas Learning Science through Cooking yang akan kuambil (kabarnya, di kelas terakhir kami akan pergi ke pabrik cokelat!), dan dengan mengumpulkan niat yang menguap ditiup aroma liburan, akhirnya aku mulai menyortir Google Driveku juga.

Aku pun mengklik “Sort files by last modified”. Tak dinyana, aku menemukan banyak kejutan, terutama di tahun pertama aku berada di UWC.

Continue reading “The Old Days When I Was Doing Liesegang Experiment”

Selamat!

Temanku baru saja bertunangan. Rasanya sangat berbahagia, karena meskipun tidak dekat, kami bertemu dalam keadaan yang sangat menarik. Semoga Allah melancarkan hingga hari pernikahanmu 🙂

Aku masih ingat hari pertama saat kami bertemu. Wajahnya tipikal Asia Tenggara, yang akhirnya kuketahui bahwa dia berasal dari Malaysia. Darahnya boleh murni Melayu, tetapi dia menyandang status kewarganegaraan Amerika Serikat.

Kami dipertemukan di Jerman. Lebih tepatnya di Heidelberg, di kota di mana universitas tertua di Jerman berdiri. Saat itu adalah minggu kedua aku berpuasa selama 20 jam. Terima kasih, musim panas Jerman.

Sore itu, seluruh penerima beasiswa menikmati makan malam (dan matahari masih terang benderang) di sebuah restoran lokal terkenal yang di-reserve khusus untuk acara kami, ratusan mahasiswa dari Amerika.

Seseorang mendekatiku dan bertanya, “Are you fasting?”

Continue reading “Selamat!”