Bertemu Asisten Ahok: Menyiapkan Diri untuk Kembali

Salah satu asisten Gubernur Jakarta Pak Ahok, yang bernama Michael Sianipar, beberapa hari lalu mengunjungi komunitas Indonesia di Boston. Setelah hari Rabu (14/9) kemarin mengisi acara berbagi pengalaman dengan Permias Massachusetts, hari Kamis (15/9) kemarin anak-anak AIS-MIT (Association of Indonesian Students at MIT) juga makan malam dengannya dan berbicara lebih lanjut soal masa depan sains … Continue reading Bertemu Asisten Ahok: Menyiapkan Diri untuk Kembali

IAP: First Time for Everything

Reading time: 3-4 minutesLanguage: Bahasa IndonesiaJika IAP tahun 2014 aku sempat membuat truffle cokelat sendiri, dan ikut training supaya bisa menggunakan mesin mill dan lathe; jika IAP tahun 2013 aku sempat belajar main anggar, belajar programming Python, jalan-jalan ke Worcester, dan kerja sambilan di admission office, IAP tahun ini aku mencoba hal-hal baru! Mungkin kalian … Continue reading IAP: First Time for Everything

Personal Space?

Hal paling mudah, dalam perbedaan kultur, yang bisa dirasakan secara langsung seringkali tanpa kita sadari, adalah konsep personal space. Efeknya bisa kita rasakan secara langsung, nyaman atau tidak nyaman, awkward atau tidak awkward. Hal tersebut bisa kurasakan secara langsung, saat beberapa minggu lalu aku mengunjungi Jepang en route Indonesia.

Satu Dekade

Manusia-manusia berpakaian putih biru berkelebatan. Rusuh, berisik. Hingga Pak Cecep harus keluar dari kelas dan setengah berteriak, “Jangan ribut, anak-anak. Suara di dalam jadi tak terdengar.” Mereda? Tidak juga. Mereka akhirnya tetap mengobrol dengan suara yang dipaksa menjadi bisikan. “Giliran aku, dong. Giliran aku!” “Ih, kamu tadi sudah. Giliran aku.” “Ya sudah.” “Oke, kumulai, ya. … Continue reading Satu Dekade

Generasi Sekali Pakai

Labku kebanjiran. Setelah hari-hari musim panas yang suhunya sulit kutolerir, dan membuatku mendekam di dalam ruangan sepanjang hari, Rabu kemarin hujan turun tak berkesudahan. Hingga akhirnya National Weather Service mengeluarkan peringatan (alert) yang muncul di layar ponselku sore itu: Thunderstorm warning. Flood warning. Kupikir, tak akan seserius di Indonesia; dan memang kenyataannya seperti itu. Hanya saja, … Continue reading Generasi Sekali Pakai

Iklan Subway: Bukti Cutting Edge Medicine Research di Boston?

Kemarin, aku jalan-jalan ke Salem. Di subway menuju North Station, tempat aku akan naik kereta ke Salem, aku termenung. Pagi itu masih cukup muda, subway masih lengang dari penuh sesaknya orang-orang. Jam masih menunjukkan pukul 09:38, dan perhatianku tertuju pada satu hal: sebuah iklan yang terpampang di dinding-dinding kereta subway, dan juga langit-langit. Iklan semacam … Continue reading Iklan Subway: Bukti Cutting Edge Medicine Research di Boston?

Lederhosen dan Dirndl: Bavaria, Yunani, dan Bergkirchweih

Pagi itu aku mendapat kejutan. Ritualku masih sama: tapping ID card, membuka pintu anteroom, lalu segera mengenakan lab coat, goggles, booties, dan nitrile gloves, dengan urutan yang sama persis seperti yang kusebutkan. Saat aku melangkah masuk ke dalam lab (yang merupakan clean room, itulah alasan mengapa aku harus mengenakan semua ‘perangkat’ tersebut), aku disambut wajah yang asing. “Titan, perkenalkan. Dia temanku, … Continue reading Lederhosen dan Dirndl: Bavaria, Yunani, dan Bergkirchweih

A (Relevant) Old Doc

Tidak bisa dipungkiri, jarak satu samudera antara Amerika Serikat dan Indonesia membuatku tak mengenal keadaan sebenarnya, dan kondisi terkini dari tanah kelahiranku. Saya hanya membaca berita selewat, atau mendapat informasi dari teman-temanku di tanah air yang mengirimkan satu dua pesan soal sesuatu yang bombastis, atau ‘sekadar menarik’. I admit it, I’m biased. 7 tahun di Amerika Serikat tentu … Continue reading A (Relevant) Old Doc