Bertemu Asisten Ahok: Menyiapkan Diri untuk Kembali

Salah satu asisten Gubernur Jakarta Pak Ahok, yang bernama Michael Sianipar, beberapa hari lalu mengunjungi komunitas Indonesia di Boston. Setelah hari Rabu (14/9) kemarin mengisi acara berbagi pengalaman dengan Permias Massachusetts, hari Kamis (15/9) kemarin anak-anak AIS-MIT (Association of Indonesian Students at MIT) juga makan malam dengannya dan berbicara lebih lanjut soal masa depan sains … Continue reading Bertemu Asisten Ahok: Menyiapkan Diri untuk Kembali

IAP: First Time for Everything

Reading time: 3-4 minutesLanguage: Bahasa IndonesiaJika IAP tahun 2014 aku sempat membuat truffle cokelat sendiri, dan ikut training supaya bisa menggunakan mesin mill dan lathe; jika IAP tahun 2013 aku sempat belajar main anggar, belajar programming Python, jalan-jalan ke Worcester, dan kerja sambilan di admission office, IAP tahun ini aku mencoba hal-hal baru! Mungkin kalian … Continue reading IAP: First Time for Everything

Yang Lebih Mahal dari Ongkos Pertemanan: Waktu

Warganet heboh. Sebuah artikel yang dipublish di Vice, tentang betapa mahalnya ongkos menjaga pertemanan di Indonesia, ternyata benar-benar relatable untuk banyak orang. Banyak yang merasa, tapi tak banyak yang berinisiatif untuk hengkang dari status quo ini. Hal ini, mengingatkanku pada lingkar pertemananku yang sudah berumur… 13 tahun. Lumayan lama, bukan? Posisi tiap orang berbeda-beda di lingkar pertemananku ini. Ada yang … Continue reading Yang Lebih Mahal dari Ongkos Pertemanan: Waktu

Selebriti Kecil-Kecilan

Saya menerima banyak sekali feedback soal tulisan saya sebelumnya, menyoal keutuhan seorang perempuan. Sebelumnya, saya ingin mengucapkan beribu terima kasih untuk yang sudah sudi membaca, dan berkomentar. It’s about to get worse, people. Just kidding. Beberapa orang bahkan memberikan komentar personal mereka, mengatakan bahwa saya sudah ‘berani’. Rasanya terlalu berlebihan jika menyuarakan isi kepala seperti itu dibilang berani. … Continue reading Selebriti Kecil-Kecilan

Personal Space?

Hal paling mudah, dalam perbedaan kultur, yang bisa dirasakan secara langsung seringkali tanpa kita sadari, adalah konsep personal space. Efeknya bisa kita rasakan secara langsung, nyaman atau tidak nyaman, awkward atau tidak awkward. Hal tersebut bisa kurasakan secara langsung, saat beberapa minggu lalu aku mengunjungi Jepang en route Indonesia.