Teori Sisi Manusia

Mengawali tahun ke-10 berada di Amerika Serikat, aku menilik diri sendiri hati-hati. Kalau misalkan ada lingkaran pertemanan orang Indonesia yang mengerti soal Cermin Lelaki, KKN Desa Penari, dan cerita-cerita ngepop lainnya, bagaimana cara menemukan mereka? Bukan tidak suka berdiskusi terlalu serius, atau ngobrol soal hal mendalam, tetapi koneksi lebih mudah dibangun dari kesamaan minat.

Setelah tahun kemarin, aku merasa bahwa aku membutuhkan lingkaran pertemanan orang Indonesia ini. Orang-orang yang tidak berkaitan dengan pekerjaanku, tetapi masih mengerti konteks pekerjaanku. Tak hanya itu, aku harus mencari cara cepat untuk mengakrabkan diri supaya kami bisa saling mendukung satu sama lain. Kebanyakan dari mereka hanya berada di sini 1-2 tahun, waktu yang cukup singkat.

Bukan apa-apa, aku masih tinggal di tempat yang sama, di kamar yang sama, selama 3 tahun terakhir, tetapi teman satu apartemenku berganti tiap tahun. Mereka semua berbeda-beda dan mau tak mau di awal tahun aku harus berusaha untuk mengenal mereka.

Jadi, hal yang wajar bukan kalau aku ingin mencari cara ‘cepat’ untuk mengobservasi orang dan melihat, kira-kira siapa yang bisa cocok untuk menjadi teman beberapa tahun ke depan atau lebih dari itu?

Satu cara yang sedang kucoba adalah, dengan melempar beberapa hal yang menurutku tidak semua orang akan mengikuti, dan pada saat yang bersamaan merupakan karakter dari orang-orang yang merasa klop denganku. Muncullah hal-hal semacam Cermin Lelaki, KKN Desa Penari, dan hal-hal lain yang tidak berat-berat amat namun aku ikuti di waktu senggangku. Aku mengetesnya hari ini, ketika bertemu dengan teman-teman baru, dan kupikir, it goes both ways, orang mengenalku dengan keywords hal-hal di atas, dan itu cukup membantu. Ada dinding formalitas yang ingin kuruntuhkan, dan rasanya aku cukup sukses hari ini. Hanya ketika di jalan pulang akhirnya aku mendapat pertanyaan, “Riset kamu soal apa?” Biasanya, pertanyaan ini muncul kedua-kelima dari pertanyaan pertama, “Namamu siapa?”

Di lain sisi, kupikir-pikir kalau aku adalah segi delapan, sisi yang kutampakkan ke orang-orang di lingkaran yang berbeda itu berbeda. Semakin dekat teman-temanku, semakin banyak sisi yang mereka bisa lihat. Keluargaku, mungkin yang paling banyak melihat sisi diriku, tetapi kalau dipikir-pikir, karena aku sudah tidak tinggal dengan mereka selama 9 tahun, mereka juga mungkin tidak tahu amat soal sisi-sisiku.

photo_2019-08-31_18-22-32

Hal ini menurutku cukup masuk akal. Ada sisi tertentu yang ‘lebih mudah’ diperkenalkan ke orang-orang baru, yang menjadi jembatan untuk memperkenalkan sisi lainnya. Ada juga orang-orang yang aku merasa cukup nyaman untuk membiarkan mereka tahu satu sisi saja dan tidak sisi lainnya. Ada juga orang-orang yang boleh jadi sangat mudah kuperlihatkan banyak sisiku, karena mereka tidak terlalu mempermasalahkan sisi-sisiku yang mungkin cukup bermasalah untuk kebanyakan orang.

Akan sangat menarik kalau sekian banyak orang yang mengenalku dengan sisi dan jumlah sisi yang berbeda bertemu di suatu ruangan dan melihat bagaimana mereka mengenalku berdasarkan sisi yang mereka ketahui, dan melihat reaksi mereka ketika orang lain tahu sisiku yang berbeda. Lagi-lagi, aku tidak terlalu penting untuk orang-orang ini perdebatkan. Jadi hal ini tak akan mungkin pernah terjadi.

Jadi, jika ada satu sisi darimu yang mempermudah seleksimu untuk tahu mana orang-orang yang berpotensi jadi temanmu yang baru, sisi mana yang akan kamu perlihatkan?

2 thoughts on “Teori Sisi Manusia

  1. Menarik, mbak. Aku yakin semua orang punya topeng. Untuk si A, topeng A. Untuk si B, topeng B. Kalo aku, biasanya memang lebih klop sama anak yang lebih pendiam dari aku ATAU yang ngga masalah ke mana-mana sendirian. Karena pada dasarnya, aku gak suka terikat pada temen yang itu-itu aja.

    Like

  2. Banyak hal mba, kayaknya kita sama-sama introvert ya hehe, jadi kalau saya melihat teman tergantung dari kesan yang diberikan oleh mereka, tapi tidak semua kesan yang diberikan mereka akan membuat mereka bisa menjadi teman yang mengenal a,b,c.d. kalau saya pribadi, untuk bertemu orang baru sebagai teman, sisi yang saya lihatkan kebanyakan ab, tapi untuk c dan d, saya rasa itu cukup.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s