Chill Pill

Beberapa teman dekat saya mungkin sadar, satu-dua bulan terakhir ini Facebook saya tak aktif. Mereka tahu kalau konsumsi media sosial saya cukup tinggi, dan kehilangan saya di salah satunya merupakan sebuah red flag.

“Tan, kamu tidak depresi karena kuliah, ‘kan?” tanya seorang temanku.

Tentu saja tidak. Stress, tentu saja ada, karena hari-hari seperti ini, mendekati akhir semester, merupakan hari-hari di mana saya harus tetap fokus dan rajin. Kalau tidak, usaha yang sudah digenjot susah-susah di awal akan jadi percuma, karena hasilnya kurang maksimal.

Tapi bukan itu 100% alasan saya menghilang dari Facebook.

Boleh saya bercerita sedikit?

Belakangan ini, saya mulai mengobrol banyak dengan teman satu suite asrama saya. Macam-macam topiknya, mulai dari kelas Matematika yang kami ambil bersama, hingga masalah politik. Suatu kali, dia bilang, “Setelah kupikir-pikir, aku baru sadar, kalau mood-ku sangat dipengaruhi unsur eksternal. Apa jenis berita yang kubaca, misalkan, sangat mempengaruhi emosiku.”

Aku bisa mengerti apa maksudnya. Belakangan ini, terutama setelah Trump terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat berikutnya, banyak hal berseliweran di sana-sini, termasuk di media sosial. Dan kebanyakan beritanya membuatku mengelus dada.

Kami tiba pada satu kesimpulan singkat, pada akhirnya. Informasi yang memborbardir kita dari segala arah tidak memberikan kesempatan yang cukup agar kita bisa memproses dan bereaksi. Akibatnya, emosi kita refleks yang bereaksi duluan, sebelum kita mencernanya.

Di masa lalu, ketika aku masih kecil, setidaknya aku tahu, waktu memproses informasi tiba hanya empat kali dalam sehari: berita pagi, siang, malam, dan saat emang-emang melempar koran ke halaman rumah. Jika ditotal, waktunya mungkin tak lebih dari dua jam per hari. Sedangkan saat ini? Secara konstan kita diberi tahu notifikasi jika ada sesuatu yang baru, secara real-time. Entah, berapa puluh atau ratus kali dalam sehari asupan informasi itu masuk ke dalam otakku.

Facebook, dengan jumlah teman dan lingkaran yang sulit kukontrol lagi, membuat News Feedku penuh dengan campuran hal yang aneh: kutub-kutub ekstremis bisa dengan mudah ditemui, begitupun dengan berita benar dan salah yang campur aduk, juga hal pribadi yang tidak penting-penting amat yang dibagi ke khalayak luas.

Benar, aku masih ada di Twitter, dan aku termasuk cukup sering mengeceknya. Tetapi aku mencoba menfilter asupan informasiku di sana. Dengan fasilitas List yang ada, aku bisa memilih mana yang ingin kucek pada waktu tertentu.

Aku juga masih menggunakan Instagram, karena banyak teman dekatku yang ada di sana, dan ‘hiburannya’ cukup banyak 🙂 Apalagi setelah Instagram merilis ‘Snapgram’-nya, makin banyak hal menarik yang muncul. Betul, teman-temanku di Indonesia tak sempat merasakan boomingnya Snapchat, dan langsung beralih pada ‘Snapgram’, atau fitur Instagram Stories.

Satu hal lagi, mungkin aku memiliki sedikit ‘OCD’ karena aku tidak bisa melihat surat elektronik dibiarkan tidak terbaca, maupun pesan di platform ngobrol dan pesan singkat. Entahlah, untuk yang satu ini, aku masih mencari obatnya.

Jadi, jangan lupa take a chill pill. Jangan mau dibuat terlalu pusing dengan keadaan sekitar, yang kadang tak ada sangkut pautnya dengan dirimu sendiri. Ada baiknya mulai membatasi diri, dan membuat diri menjadi lebih ‘present‘ di dunia nyata, bukan di dunia maya.

Jangan lupa, take everything with a grain of salt. Informasi di luar sana, tak ada yang bisa menjamin sepenuhnya benar.

Selamat pagi, selamat memulai bulan terakhir tahun ini!

Advertisements

5 thoughts on “Chill Pill

  1. Setuju sekali kak. Dengan keadaan memanas yang terjadi belakangan ini, baik itu di US maupun Indonesia, informasi yang kontennya “ekstrimis”, gampang sekali membuat sumbu emosi orang menjadi pendek. Dan sedikit banyaknya mempengaruhi cara pandang dan hubungan kita dengan orang lain di dunia nyata.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s