The Man in the High Castle

Salah satu keuntungan memiliki .edu e-mail, tentu saja adalah langganan Amazon Prime sebagai student gratis selama 6 bulan. Baru-baru ini, Amazon Prime juga menambah fitur bagi para penggunanya: kini kita bisa mengakses beberapa film dan TV shows secara gratis, sebagai anggota Amazon Prime. Bahkan, menyaingi Netflix, YouTube Red, dan televisi konvensional, Amazon juga merilis TV shows mereka sendiri.

Salah satunya, adalah The Man in the High Castle.

Diangkat dari novel yang ditulis Philip Dick, yang dipublikasikan pertama kali tahun 1963, TMIHC (The Man in the High Castle) bercerita tentang dunia distopis, di mana Jepang dan Jerman memenangkan Perang Dunia II. Amerika pun terbagi dua: east coast yang lebih dekat ke Eropa dikuasai Jerman, sedangkan west coast yang lebih dekat ke Asia dikuasai Jepang.

Satu hal yang sangat mencolok: bendera Amerika Serikat dengan swastikanya, terlihat di mana-mana di TMIHC. Dan tentu saja, bumbu cinta segitiga antara satu wanita dengan dua pria dengan latar belakang berbeda: yang satu punya kedudukan di Partai Nazi, yang lainnya masih berdarah Yahudi. Ah.

Mungkin karena Brave New World-Aldous Huxley sempat mencuri hatiku sedemikian rupa, dan membuatku berpikir, kalau saja sejarah arahnya berbeda, semudah itu pula aku jatuh cinta pada TMIHC.

Bagi saya, TMIHC tidak hanya menawarkan persepsi yang berbeda dari yang biasa saya lihat di buku sejarah. Secara tak langsung, TV series ini juga mendorong saya untuk mencari tahu lebih banyak soal Perang Dunia II.

Contoh konkritnya adalah, adegan saat keluarga Frank dipanggil ke Kantor Kempetai (Kantor Polisi). Dengan piciknya, para Kempetai mengundang adik perempuan Frank dan kedua anaknya untuk masuk ke dalam ruangan yang terlihat nyaman dengan sofa dan televisi. Kempetai mengancam Frank jika Frank tidak segera membuka mulutnya dan membeberkan segala sesuatu yang dia ketahui soal kelompok Resistance, Kempetai akan membunuh adik perempuannya serta anak-anak dia dengan gas beracun ‘Zyklon D’ di ruangan tempat mereka menunggu tadi.

Bagi pencinta sejarah, merk Zyklon mungkin sudah pernah kalian dengar sebelumnya. Zyklon adalah salah satu gas yang digunakan oleh Nazi untuk membunuh tahanan mereka di kamp konsentrasi. Ratusan ribu, bahkan jutaan orang, dikabarkan dibunuh dengan cara dikunci dalam ruangan, kemudian diberikan gas Zyklon, di Auschwitz. Mengerikan. Hal ini sempat membuat rasa penasaranku muncul. Setelah melakukan quick Google search, akhirnya aku tahu kalau hydrogen cyanide merupakan bahan inti di dalam Zyklon, dan pernah digunakan para petani di California di tahun 1880an sebagai pestisida. Bruno Tesch, kemudian memodifikasinya, sehingga gas tersebut bisa disimpan dalam canister, sehingga lebih mudah ditransportasikan dan digunakan untuk keperluan SS Nazi. Tesch akhirnya dieksekusi mati setelah proses pengadilan kejahatan perang di Nuremberg, kota yang pernah kukunjungi 2 tahun yang lalu.

zyklon_b_labels
Label canister Zyklon. By USHMM, courtesy of National Archives – http://digitalassets.ushmm.org/photoarchives/detail.aspx?id=1069557, Public Domain, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=178343.

Selain itu ada satu fitur di Amazon Video yang membuatku betah menonton series ini.

amazonvideo
Ada trivianya di samping videonya!

Hal ini membuatku belajar banyak tentang proses dibalik pembuatan series ini, dan bagaimana mereka membuat kedua negara: Nazi America dan Japanese Pacific States, terlihat lebih nyata.

Episode pertamanya bisa diakses secara gratis di Youtube. Bagi kalian yang ingin segera menonton, sangat aku rekomendasikan. Selamat menonton, dan selamat belajar secara tidak langsung! 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s