Melanjutkan S2 di Teknik Mesin MIT

Sebelumnya, aku minta maaf kalau baru sekarang aku menuliskan prosesku mendaftar S2 Teknik Mesin di MIT. Sebenarnya sudah lama ingin menulis tentang hal ini, tetapi baru seminggu terakhir ini, aku akhirnya menemukan Lab tempat aku akan melakukan riset selama setidaknya dua tahun ke depan, hehe.

Siap untuk melihat pemandangan ini langsung?
Siap untuk melihat pemandangan ini langsung?

Ada beberapa hal yang harus kamu persiapkan jauh-jauh hari:

  1. Baca website admissions-nya dari awal sampai akhir. Masih ada  yang belum jelas? Baca dari awal sampai akhir lagi. Minimal lima kali. Baca juga FAQ-nya. Untuk daftar penjelasan yang lebih lengkap, kamu bisa baca Guide to Graduate Study in Mechanical Engineering at MIT (kalau linknya tidak bisa dibuka, coba Google).
  2. Persiapkan IELTS/ TOEFL minimal 3-6 bulan sebelumnya. Menurut pengalamanku dan teman-temanku, 2 bulan persiapan itu tidak cukup, apalagi 1 bulan. Skor minimal IELTS: 7.0, skor minimal TOEFL IBT: 577 (cek websitenya untuk informasi terkini).
  3. GRE General Test harus dipersiapkan 4-6 bulan sebelumnya. Tahun lalu, aku mempersiapkan GRE sekitar 3 bulan sebelumnya (sekitar 1-3 set latihan per minggu, ‘menghapalkan’ vocabulary setiap hari, dibantu dengan Magoosh, aku akan membahas hal ini lebih lanjut di bawah), dan rasanya masih kurang maksimal.
  4. Meminta surat rekomendasi. Kamu butuh 3, dan sebaiknya surat tersebut berasal dari 3 orang yang latar belakangnya berbeda dan bisa memberikan insight tentang kepribadian dan etos kerjamu secara keseluruhan, tidak soal dapat A di kelas saja, atau riset saja. Keep in mind, jika meminta rekomendasi dari orang yang bukan penutur pertama Bahasa Inggris, mungkin kamu harus membantu menerjemahkan. Mungkin kamu membutuhkan waktu 2-3 bulan.
  5. Bidang riset yang kamu ingin perdalam, serta Professor mana yang ingin kamu kontak. Hal ini penting dalam menyiapkan draft personal statement milikmu.

Sebelum aku melanjutkan penjelasanku, ada baiknya aku mengonfirmasi sesuatu: saat aku mendaftar ke sini, aku ikut jalur internal (semacam early decision) khusus untuk orang-orang yang S1-nya di Teknik Mesin MIT juga. Jadi mungkin berbeda.

Ada beberapa aspek dari aplikasi pendaftaran:

admission

Selain formulir yang sudah diisi, ada surat rekomendasi, transkrip nilai (cukup pindaiannya saja, saat diterima baru dibutuhkan transkrip official), self-reported GRE General Test (dan official reportnya dikirimkan langsung), serta IELTS/ TOEFL.

Di dalam formulirnya, kita juga harus menulis essay singkat/ personal statement tentang mengapa kita memilih untuk melanjutkan jenjang pendidikan S2 di Teknik Mesin MIT, dan bagaimana pendidikan di sini dapat membantu karir kita di masa depan.

TipsUntuk personal statement, coba pikirkan perspektif admissions committee yang membaca ribuan aplikasi setiap tahunnya. Apa yang membuatmu berbeda? Apa yang kamu bisa tawarkan ke dalam komunitas MIT? Mengapa MIT dan bukan tempat lain?

Essay yang kutulis untuk aplikasi S2 (tidak hanya di MIT, tetapi beberapa sekolah lainnya yang sangat research-based, bukan yang class-based), rata-rata punya format seperti ini:

  • Passion, dan bidang riset Professor X yang relevan dengan passionku. Beri contoh hasil riset Professor X yang ingin aku teliti lebih dalam. Tulis secara eksplisit nama Professor X di personal statement.
  • Latar belakang (tempatku tumbuh: Indonesia), dan problem yang orang-orang di sekitarku hadapi. Motivasi untuk belajar tentang bidang tertentu. Hubungkan dengan riset lain yang Professor X lakukan.
  • Kelebihan MIT dibandingkan kampus lain, atau kelebihan program yang aku daftar dibandingkan program serupa di sekolah lain.
  • Rencana riset (tak perlu spesifik, cukup secara umum). Asumsikan kalau orang yang membaca personal statementku bukan ahli di bidang tersebut.
  • Pengalaman di bidang riset yang ingin aku perdalam, atau pengalaman riset secara umum (tidak perlu di bidang riset yang ingin aku perdalam). Apa yang masih harus aku pelajari?
  • Tekankan lagi bagaimana hal tersebut hanya bisa kudapat di MIT, dan bagaimana semua hal yang telah kujelaskan di atas akan sangat membantu tujuan hidup dan karirku di masa depan.

Aku sendiri tidak perlu memberikan hasil TOEFL/ IELTS tahun lalu, karena aku sudah kuliah S1 di Amerika Serikat, yang notabene bahasa pengantarnya Bahasa Inggris. Kalau kamu memiliki pengalaman serupa, cek website admissions-nya untuk melihat syarat-syarat exemption-nya lebih lanjut.

Tips: Lebih baik mengambil IELTS dibandingkan TOEFL, karena kalau kamu juga mendaftar ke beberapa sekolah di Inggris, mereka hanya menerima IELTS. Sayang, aku belum pernah mengambil IELTS, dan terakhir kali aku mengambil TOEFL sekitar 5 tahun lalu (dan itu pun PBT, bukan IBT), jadi aku tidak bisa membantu banyak.

GRE General Test, memiliki beberapa komponen: Verbal Reasoning, Quantitative Reasoning, dan Analytical Writing. Sebagai non-native speaker, bagiku, Verbal Reasoning dan Analytical Writing lebih sulit dibandingkan Quantitative Reasoning. Seperti yang sudah kubilang di atas, ada baiknya kalau kamu menyisihkan waktu berbulan-bulan sebelumnya untuk latihan soal dari buku GRE. Tahun lalu, aku pakai Kaplan, yang juga menyediakan akses online gratis selama setahun untuk sekitar 5 set full-length simulasi GRE, dan banyak set latihan untuk tiap komponen GRE. Selain itu, di waktu luang, aku belajar dengan flash cards dari Magoosh.

Tips: Jangan hanya fokus pada satu komponen yang menurutmu sulit. Belajar semuanya, dan sering-sering mencoba 5 set full-length simulasi GRE (butuh waktu sekitar 3-4 jam tanpa gangguan). Simulasi full-length GRE sangat membantu melatih kecepatanmu menjawab (dan mengeliminasi jawaban yang salah), juga melatihmu menulis essay dengan waktu yang sangat terbatas.

Ada mitos yang sangat santer di kalangan mereka yang diterima S2 Teknik Mesin di MIT: admission committee sepertinya hanya peduli dengan komponen Quantitative Reasoning. Karena (katanya) Verbal Reasoning dan Analytical Writing bukan indikator yang baik terhadap kemampuan berbahasa Inggris seseorang. Pengalaman pribadiku, nilai kedua komponen di atas milikku sebenarnya biasa-biasa saja, bahkan cenderung rendah dibandingkan para native speakers. Nilai Quantitative Reasoningku cukup tinggi (karena aku senang matematika, haha). Tetapi, aku tetap diterima. Mungkin ada faktor lainnya: nilai transkrip atau fakta bahwa aku S1-nya di MIT juga, ya. Jadi, jangan telan bulat-bulat rumor seperti ini, ya.

Untuk surat rekomendasi, targetku adalah aku ingin menunjukkan diriku seutuhnya, bukan hanya diriku di kelas saja. Karen itu, tiga surat rekomendasiku berasal dari: Professor yang mengajar di kelas di mana aku sangat aktif, Professor yang mengawasi aku saat riset di Jerman (+2 points! Riset, dan kolaborasi antarkultur), dan Professor yang mengajarku tentang implementasi project di negara berkembang (di mana aku menjadi finalis lomba project untuk negara berkembang).

Tips: Pastikan kamu meminta surat rekomendasi dari orang-orang yang mengenalmu dengan sangat baik, dan juga dari latar belakang yang berbeda. Selain itu, minta mereka baik-baik sekitar 3-6 bulan sebelumnya, dan ingatkan sebulan-seminggu sebelum deadline untuk mengunggah surat mereka di portal aplikasi admissions.

Untuk transkrip sendiri, sebenarnya tidak ada GPA minimum yang harus dipenuhi untuk mendaftar yang tertera secara eksplisit. Tetapi, untuk mahasiswa S1 MIT sendiri yang ingin ikut early application, GPA-nya dianjurkan di atas 4.8/5.0 (sekitar 3.84/4.00). Lagi-lagi, ini tergantung sekolah masing-masing juga, dan mereka punya pertimbangan sendiri soal kampus S1 kamu dan bagaimana skor GPA-mu dibandingkan skor GPA orang lain.

Mari beralih ke resume, dan bagaimana resume yang baik terlihat (berdasarkan standard MIT). MIT punya GECD (Global Education and Career Development), yang membantu mahasiswa MIT untuk merencanakan karir mereka sejak dini. Mereka juga punya ‘buku sakti’ tentang bagaimana mempersiapkan diri untuk wawancara, menulis resume, bahkan menulis essay untuk aplikasi ke graduate school! Kamu wajib membacanya di sini.

Tips: Bagaimana cara terbaik masuk ke MIT? Mengerti apa ekspektasi dan standard di MIT, termasuk cara menulis resume yang kantor career service MIT rekomendasikan. Wajib hukumnya untuk membaca buku ini.

Yang terakhir, yang benar-benar aku tekankan, adalah kamu harus mengerti apa program yang kamu mau, dan sebisa mungkin mencari tahu sebanyak mungkin tentang hal tersebut. Mungkin prosesnya terlihat panjang dan melelahkan, tetapi ada hasil baik di akhir. Bagiku sendiri, yang memasuki tahun ke-5 menjadi mahasiswi MIT, tempat ini benar-benar mendorongku keluar dari zona nyaman, dan memprovokasi pemikiran-pemikiranku. Juga mengajarkan cara belajar dan memecahkan masalah yang paling efektif.

Tips terakhir (dan paling penting): Pastikan aplikasimu bersih dari grammatical error. Cari beberapa orang untuk mengecek essay aplikasimu, dan dengarkan feedback dari mereka.

Selamat berjuang, dan sampai jumpa di MIT.

Advertisements

5 thoughts on “Melanjutkan S2 di Teknik Mesin MIT

  1. Terima kasih sudah mau berbagi. Saya memipunyai cita-cita sejak SMA dulu, yaitu kuliah di MIT. Saya sekarang sdg kuliah di S1 Teknik Pertambangan Univ. Negeri Padang. Jikalau saya apply ke S2 Teknik Mesin MIT, apakah ada matrikulasinya? Dan hambatan-hambatan apa saja yang mungkin nanti akan dihadapi saat mendaftar sampai mulai perkuliahan? Mohon jawabannya ya.

    Salam,
    Elgi Alam Pangestu

    Like

    1. Salam kenal! Di sini tidak ada matrikulasi, semua orang yang masuk diharapkan sudah siap. Hambatan? Lebih ke materi yang lebih berat dari sebelumnya, dan menyeimbangkan waktu untuk riset dan kuliah.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s