‘Being Nice’

Kualitas manusia kerap kali dilihat dari budi pekertinya. Hampir semua orang tahu ini, tapi kebanyakan dari mereka sering lupa. Entah itu karena lupa diri kalau dia masih jadi bagian dari masyarakat luas, atau lupa daratan karena menganggap kastanya berbeda dari orang lain. Kadang-kadang, orang-orang juga lupa, bahwa bertindak baik memberikan energi positif tersendiri dan bisa mengurangi rasa tertekan. Meskipun begitu, sepertinya kategori lupa yang paling umum, di antara semua ‘kelupaan’ ini adalah lupa tanpa alasan. Akut.

Lupa saja. Kategori satu ini selalu yang paling berbahaya dibandingkan yang lain. Lupa mematikan kompor bisa menyebabkan kebakaran. Lupa mengangkat jemuran bisa membuat baju kebasahan karena hujan. Banyak sekali kategori di dalam ‘lupa seutuhnya’ ini. Bahayanya, kita tidak bisa mencari akarnya, sehingga sulit sekali dibasmi. Ya lupa saja.

Termasuk salah satunya, ya lupa seutuhnya bahwa kita harus berbudipekerti yang baik, dalam setiap tindak-tanduk kita sehari-hari. Coba angkat tanganmu kalau pernah menyengajakan menolak orang yang meminta bantuan, karena, “Mengapa saya harus membantu dia? Dia siapa saya?”

Satu hal yang aku sadar baru-baru ini, kadang berbuat baik itu memang harus dibiasakan. Sehingga kalau kita lupa, ada ‘suara-suara kecil’ dari kepala kita yang berbisik, “Apa betul, kamu bisa berbuat seperti ini, Tan?”

Banyak gerakan-gerakan yang muncul untuk mendorong orang agar tidak sepenuhnya lupa soal budi pekerti, tata krama, dan menjadi orang yang baik. Kindness movement, begitu disebutnya. Selama saya tinggal di Singapura kemarin, Facebook Ad yang disesuaikan dengan lokasi saya, kerap menunjukkan Singapore Kindness Movement, sebuah gerakan yang mengajak masyarakat sekitar untuk berbuat baik pada orang-orang dan lingkungan sekitar. Kampanyenya pun tidak kalah serius, video yang mereka bagi di laman media sosial benar-benar menggerakkan hati dan digarap dengan apik. Benar-benar ‘niat’, istilahnya.

Kalau aku sedang kesambet pun kadang kali aku berbuat baik. Lebih sering tidak, sebenarnya. Menyedihkan, bukan?

Tapi kalau aku kesambet, aku senang menelpon orang/ makan dengan mereka, mencoba lebih banyak mendengarkan ketimbang mengobrol soal diriku sendiri. Karena kadang, lagi-lagi, aku lupa, bahwa the world doesn’t revolve around me. Favoritku tentu saja mengirim surat/ kartu pos, sebagai gestur kebaikan, berharap orang yang kukirim merasa semangat kembali setelah menerimanya. Kadang-kadang, aku pun membelikan permen kecil dan memberikannya pada orang-orang di sekitarku. Atau, jika aku sedang bokek parah dan beasiswaku belum turun, aku cukup tersenyum saja pada orang-orang di sekitarku. Supaya mereka tidak tanya-tanya, “Kamu kenapa cemberut?” padahal dalam hati aku meringis karena akun bank milikku yang tinggal dua digit lagi.

Saat terbang kembali ke Boston kemarin, aku benar-benar tersentuh melihat gestur pramugari Japan Airlines.

photo_2016-09-07_11-15-19

Tulisan ini dipasang di cermin di lavatory terdekat dengan tempat dudukku. Setiap kali aku ke kamar kecil ini, entah untuk sikat gigi, cuci tangan, atau sekadar membuka kerudung (don’t judge me, kerudungku kemarin masih baru dan kekecilan, jadi sedikit sakit saat dipakai, lagipula rasanya kurang enak tidak membuka kerudung selama 46 jam, dari rumahku hingga tiba di asramaku di Cambridge), rasanya aku tak bisa untuk tidak senyum ketika melihat catatan kecil di atas. Baru kali ini aku terbang dengan pramugari-pramugari, yang sebegitu pengertiannya.

See? Mungkin lain kali saat aku membutuhkan mood booster, aku akan melihat tulisan ini dan mengangguk-angguk. “Saatnya melakukan kebaikan, supaya persepsiku lebih positif.”

Advertisements

2 thoughts on “‘Being Nice’

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s