CV of Failures?

Beberapa hari terakhir ini, aku melihat satu artikel yang sama yang dibagikan oleh banyak teman-temanku di Facebook. Hasilnya? Tidak peduli berapa kali pun aku memencet tombol F5, artikel itu selalu ada di bagian teratas. Artikel apakah itu?

Professor Johannes Haushofer, Assistant Professor of Psychology and Public Affairs di Princeton University mempublikasikan CV of Failures yang dia miliki. Kebalikan dari kebanyakan orang yang selalu menulis hal yang baik-baik, research grant yang berhasil dimenangkan, atau kompetisi yang berhasil dijuarai, Prof. Haushofer menulis daftar kegagalan yang pernah dia lalui: program S1, S2, S3 yang tidak berhasil beliau masuki, research grant yang tidak berhasil beliau menangkan, beasiswa mana saja yang ditolak, bahkan dari jurnal mana saja research paper-nya ditolak.

CV of Failures milik Prof. Haushofer, diambil dari sini.

Beliau berkata kepada media, bahwa ada baiknya CV of Failures ini digunakan untuk mendapatkan gambaran utuh tentang seseorang, yang kadang terlihat skewed karena kita hanya mengetahui perihal kesuksesan dan hal yang baik-baik saja.

Benarkah?


Nyatanya, beberapa media mengulas CV of Failures ini sebagai sesuatu hal yang revolusioner, patut ditiru, dan menyentil. Hanya saja, beberapa orang yang berkomentar bahwa ada threshold tertentu di mana kamu bisa mempublikasikan CV of Failures ini.

Bagiku sendiri, yang masih belum menjadi siapa-siapa, mempublikasikan CV of Failures mungkin bisa mengecilkan peluangku di job market.

“Oh, Titan pernah gagal dalam hal X? Bukannya orang-orang yang gagal X itu orang-orang yang seperti A, B, C, D?”

“Titan pernah kalah kompetisi Y? Semua orang juga bisa menang, kenapa dia sampai gagal?”

“CV of Failures milik Titan ternyata jauh lebih panjang daripada CV aslinya. Dia lebih sering gagal daripada berhasil, ternyata.”

Satu hal yang kusadari, tidak semua orang di dunia melihat semua hal (apalagi hal seperti ini) secara holistik. Tidak semua orang bisa mengerti, dan reaksi spontan pertama sering kali adalah reaksi negatif.

Kupikir, hanya orang tertentu yang bisa mempublikasikan CV of Failures miliknya; ketika orang tersebut sudah menjadi cukup sukses, hingga kegagalannya yang panjang itu sudah bisa dimaafkan. Mungkin, orang yang belum cukup sukses, akan dilihat sebagai belum cukup gagal, atau mungkin dianggap pemalas, karena belum cukup mencoba.

CV of Failures ini cukup keren bagiku, dan ingin kulakukan di masa depan juga. Mungkin kalau aku sudah punya full-time job, jadi aku tak akan dipecat πŸ™‚

Berikut ini daftar singkat CV of Failures-ku hingga SMA:

  1. Gagal dapat emas waktu Olimpiade Sains Nasional SD, gagal masuk Olimpiade Sains Nasional waktu SMP, gagal masuk Olimpiade Sains Provinsi waktu SMA.
  2. Gagal Lomba Pramuka waktu SMP.
  3. Artikel ditolak Kompas Muda waktu SMP.
  4. Gagal (banyak) Lomba Matematika waktu SMP dan SMA.
  5. Gagal masuk PASIAD.
  6. Gagal (banyak) Lomba Blog.
  7. Gagal masuk Paduan Suara waktu SMP.
  8. Gagal masuk 4 universitas untuk S1. 3 di antaranya Ivy Leagues.
Advertisements

6 thoughts on “CV of Failures?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s