Lakukan Sekarang

Reading time: 3-4 minutes
Language: Bahasa Indonesia

Ada beberapa hal yang sudah kamu baca. Lifehacks to make your life happier. Tetapi kamu kadang lupa hal-hal tersebut, dibiarkan berdebu di bookmarks Google Chrome milikmu. Mungkin ini saat yang tepat untuk menggali lagi, karena tak ada alasan untuk menghindar: tahun 2015 sudah hampir berakhir.

Seperti menemukan buku ini: The Food Lab, oleh Lopez-Alt. Sains dalam seni memasak. Mencuri-curi membacanya selama satu jam di toko buku tidak cukup, ternyata. Sumber foto dari sini.

Atau mungkin, bolehkah aku menawarkan beberapa hal yang kuanggap luar biasa, dan mungkin berguna untuk mengakhiri tahun barumu dengan senyuman?

Berpergian

Sejuta orang sudah memberi tahumu: travelling, dan carilah tempat baru yang belum pernah kamu pijak. Tidak hanya membuatmu lebih segar, tetapi juga menawarkan hal baru dari rutinitasmu yang mungkin membosankan. Tetapi, belakangan ini, bepergian selalu diasosiasikan dengan uang dan waktu berlebih. Ternyata, tidak seharusnya seperti itu.
Kemarin, aku memutuskan untuk berjalan-jalan sedikit di area kampusku. Ternyata Central Square, ‘alun-alun’ terdekat dari kampusku setelah Kendall, memiliki banyak toko yang menarik. Contohnya adalah University Stationery Store, sebuah toko kecil yang menjual peralatan kantor. Toko independen seperti ini sudah makin jarang, karena minimarket sudah semakin banyak, dan orang Amerika lebih senang membeli ATK secara grosiran. Aku berkenalan dengan nenek tua pemilik tokonya, dan beliau pun menawarkan ekstra diskon karena aku mahasiswa. Selain itu, aku pergi ke toko True Value (semacam Ace Hardware). Aku belum pernah ke sana dan hanya lewat saja sebelumnya, karena tokonya kecil, terlihat berdebu, dan sepi. Ternyata, tokonya cukup luas, dan mereka punya alat-alat rumah yang belum pernah kulihat sebelumnya.
Ambil rute pulang kuliah/ kantor yang berbeda, coba ke toko yang sebelumnya hanya kamu lewati saja, atau makan di tempat baru, bisa jadi cara lain ‘bepergian’.

Spontan

Apa lawan dari rutinitas? Spontanitas. Meskipun kadang spontanitas berbuah penyesalan (tidak selalu, sih), jika aku kembali ke masa lalu dan boleh memilih, aku akan tetap melakukannya.
Aku tergolong orang yang strict soal waktu tidur. Sebelum jam sekian harus tidur, lalu bangun jam sekian. Tiap Sabtu pagi harus laundry baju, tiap Selasa malam harus renang, tiap Minggu siang harus belajar. 
Beberapa minggu lalu, saat aku sedang benar-benar sibuk karena 2.009 (bahkan tidur pun tidak cukup), aku dihubungi temanku, “X lulus semester ini, dia meninggalkan MIT 3 minggu lagi. Ayo kita makan-makan. Kapan jadwalmu kosong?” Aku pun menjawabnya singkat, “Setelah jam 12:30 malam.” Temanku pun langsung mengajakku ke IHOP (restoran pancake di daerah Harvard Square yang buka 24 jam), dan aku pun langsung mengiyakannya.
Selfie setengah mabuk karena terlalu banyak makan pancake. Foto dari Malika S.  PS. Selamat untuk Daivon yang lulus semester ini!
Malam itu aku pulang jam 3 pagi, setelah kenyang makan pancake. Paginya, aku tetap harus bangun seperti biasa, dan kurang tidur membuat kepalaku melayang-layang. Setidaknya, aku senang sekali pagi itu.

Bacaan

Benar sekali, kamu bisa membaca berita dari laptop, ponsel pintar, atau tablet milikmu. Selain itu, kamu juga bisa melihat video berita terkini, atau video lucu yang membuatmu terpingkal-pingkal. Tidakkah kamu bosan melihat layar?
Kadang aku duduk di lobby asramaku, saat menunggu teman-temanku. Meskipun tidak banyak yang membaca, asramaku masih menyediakan koran dan majalah terbaru tiap harinya di lobby. Menariknya, aku sadar kalau attention span-ku sudah berkurang sangat signifikan. Aku hanya berharap, sedikit banyak, berusaha membaca lagi akan memperpanjang hal satu in. 
Tetapi satu hal yang sangat menyenangkan: memegang dan membuka halaman baru, melipat untuk memberi tanda, menggunting artikel menarik, tak bisa kita dapatkan di gadget secanggih apapun (literal).

Awan

Kadang kamu terlalu fokus dengan dirimu sendiri dan kesibukanmu, sementara lingkungamu juga berjalan tanpa kamu sadari. Memperhatikan lingkungan sekitarmu, bisa ‘melambatkan waktumu’ meskipun hanya sedikit. Jangan terlalu tergesa-gesa.
Lihat awan. Mungkin hari ini awannya terlihat seperti aromanis lembut. Atau mungkin hari ini hujan turun terus menerus, tidak mau berhenti. Atau mungkin hari ini awan tidak terlihat di sudut langit manapun, hanya ada warna biru di atas sana. 
Atau mungkin, daun-daun sudah mulai berguguran, dan pepohonan sudah mulai botak. Mungkin, bangunan di seberang jalan sudah jadi, dan jalan yang sering kamu lewati baru saja diperbaiki. 
Mungkin juga, saudara jauhmu baru saja melahirkan, atau ada yang baru berpulang. Mungkin kamu sudah lama tidak menghubungi keluarga besarmu, atau orang tuamu di rumah, dan ini saat yang tepat untuk bertanya tentang kehidupan mereka.
Mungkin ini semua daftar hal yang harus kulakukan selama liburan ini.
Advertisements

4 thoughts on “Lakukan Sekarang

  1. nice posting….memilih jalan yang berbeda setelah pulang kantor sudah terhibur menurutku, setelah di rutinitas kantor yang bener2 menguras otak.keliling pakai transportasi umum juga menyenangkan.. sambil memperhatikan interaksi orang sekitar..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s