Menjadi Turis di Kerala: Boathouse dan Munnar

Masuk minggu kedua di India, peserta program workshop akhirnya mengerucut menjadi sekitar 20 orang. Pekerjaan sebenarnya baru saja akan dimulai, tetapi sebelumnya, kami pergi field trip (dan bersenang-senang) dulu di boathouse dan Munnar.

Ada apa saja di kedua tempat tersebut?

Munnar, diselimuti kabut sore hari. Aku sempat beli jagung bakar di sini untuk makanan berbuka.
Boathouse di Alappuzha.

Perjalanan tiga hari dua malam kali ini tak hanya mendekatkan peserta workshop, tetapi juga memberikan kesempatan padaku untuk mengenal lebih banyak orang. Selain itu, aku akhirnya merasa bahwa musim panasku akhirnya benar-benar dimulai!

Tujuan pertama kami adalah Alappuzha, sekitar 4 jam naik bus dari Chirayinkeezhu, tempat tinggal dan workshop kami saat ini. Setelah sampai di sana, aku ternganga karena boathouse-nya benar-benar paduan kapal dan rumah. 

Kamar di dalam boathouse-nya, mirip kamar hotel, bukan? Lihat handuk yang dibentuk seperti angsa!
Ada ruang konferensinya juga, karena kapalnya bertingkal dua.
Saat membuang sauh, di bagian depan kapal.
Kami menghabiskan waktu di houseboat selama dua hari satu malam, pemandangannya luar biasa indah. Kalau kamu sempat ke Kerala, India suatu waktu, kamu harus naik houseboat di sekitar backwaters. Area ini mirip sungai dan danau dekat laut, yang terbentuk karena air laut yang terdorong masuk.
Matahari pagi di danau besar.
Pemandangan sepanjang perjalanan.
Satu hal yang jelas, makanan di atas kapalnya enak sekali. Walaupun aku tidak kebagian ikan, karena hanya disajikan saat makan siang, tetapi makan malamnya pun tak kalah lezatnya. Ada ayam goreng dengan bumbu spesial yang tidak terlalu pedas. Saat itu aku memang mulai merasa bosan dengan menu kari setiap hari, hehe.
Setelah kami kembali ke daratan, perjalanan kami lanjutkan ke Munnar, sebuah kota di dataran tinggi di selatan India, sekitar 2000 meter di atas permukaan laut. Iklimnya sungguh menyenangkan, sejuk, dan tidak lembab. Benar-benar apa yang kubutuhkan setelah selalu merasa kepanasan di Thiruvananthapuram dan Chirayinkeezhu.
Kebun teh di mana-mana!
Sengaja bangun pagi untuk melihat matahari terbit.
Jalanan pegunungannya benar-benar sempit, mirip di Indonesia. Untungnya aspalnya benar-benar halus dan mulus.
Ada banyak air terjun di mana-mana, di pinggir jalan, dan di tempat lain.
Di Munnar, kami tinggal di sebuah hotel, dan paginya aku sempat merasakan sahur paling enak, lengkap dengan sereal, susu, buah-buahan, sandwich, dan jus semangka. Akhirnya, setelah sekian lama mulai bosan sahur dengan kari, hehe. Jangan dicontoh ya, harusnya apapun yang didapatkan, harus disyukuri.
Saat ini project-ku membuat mold/ cetakan untuk sabun yang diproduksi perkumpulan wanita di desa ini. Project-nya terkesan mirip KKN, tapi aku belajar banyak soal 3D printer dan Solidworks, dan prosedur membuat sabun. Siapa tahu aku jadi pengusaha sabun di masa depan, hehe.
Termasuk akhirnya berhasil membuat ketupat, lewat tutorial Youtube. Siapa tahu bisa jadi packaging yang cantik untuk sabun-sabun yang diproduksi nantinya.
Bulan Ramadhan hampir memasuki 10 hari terakhir, dan seminggu lagi aku pun akan pulang ke Indonesia. Rasanya tidak sabar untuk bertemu sanak saudara, keluarga, dan teman-teman. Semoga saja aku bisa mengerjakan banyak hal selama seminggu terakhirku di India, ya! Semoga juga aku bisa menemukan tempat yang menjual kartu pos, soalnya susah sekali menemukannya, hehe. 
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s