Ada Apa dengan Cinta? Ada Apa dengan LINE?

Hari Sabtu pagi, LINE-ku ribut sekali. Aku baru bangun, karena malam sebelumnya aku tidur jam dua. Ada apa?

‘Ada Apa dengan Cinta?’ dibuat mini dramanya, kawan!Dikabarkan, Nicholas Saputra, Dian Sastrowardoyo, dan gengnya syuting di Korea Selatan selama dua hari. Seperti yang kamu bisa lihat di atas, terminal bandaranya pun tidak terlihat seperti terminal keberangkatan internasional di Soekarno-Hatta, hehe. Well, aku hanya pernah terbang dari Terminal 2, belum pernah dari Terminal 3. Jadi kurang begitu tahu.
Buatku sendiri, yang menarik adalah bagaimana LINE memanfaatkan ketenaran AADC sebagai promosi untuk fitur terbaru mereka, Find Alumni. It just fits nicely. Terkesan tidak terlalu dipaksakan, kecuali bagian terakhir ketika Cinta dan Rangga sama-sama bilang, “Love, life, LINE.”Karena kebetulan aku mengambil mata kuliah Marketing semester ini, fenomena naiknya AADC lagi ini sungguh case yang menarik untuk dilihat lebih dalam.
LINE Indonesia sendiri baru berdiri tahun 2013, dan di Jepang sendiri baru ada sejak tahun 2011. Pertumbuhan mereka sangat pesat, karena sekarang mereka sudah punya kantor resmi di berbagai negara di dunia.

Sumber dari LINE Corp. website. Mereka memotong peta Indonesia!

Di Indonesia, LINE tergolong unggul dibandingkan kompetitornya yang lain seperti KakaoTalk atau WeChat, meskipun masih bersaing ketat dengan WhatsApp. LINE memiliki fitur stiker, dan terintegrasi dengan produk LINE yang lainnya seperti berbagai permainan, aplikasi mengedit foto, dan sebagainya. Stiker, salah satu keunggulan mereka, pun berkembang dengan cepat. Awalnya statis, kini sudah ada yang dinamis dan bergerak-gerak. Awalnya terbatas pada tokoh-tokoh LINE, kini melebarkan sayap ke stiker dengan wajah-wajah para musisi terkenal, atau kartun-kartun lucu kreasi para seniman indie. Benar sekali, kamu bisa membuat stikermu sendiri, dan menjualnya!

Cek websitenya, ya.

Mereka pun dengan cerdik melihat bahwa banyak orang yang masih merasa enggan membeli koin untuk membeli stiker atau bermain game, karena itu mereka meluncurkan produk Free Coins. Fitur ini, bisa memberikanmu koin gratis hanya dengan meng-install produk LINE lainnya, atau menonton video promosi yang dipersembahkan oleh LINE. Tidak sedikit orang yang kecantol dengan ide membeli stiker ini, karena selalu ada yang baru dan menarik dari LINE.
Belakangan ini, LINE Indonesia sedang melakukan promosi gencar untuk fitur terbaru mereka Find Alumni. Berbagai jurus marketing mereka lakukan, misalnya dengan memberikan boneka karakter LINE gratis pada mereka dengan alumni terbanyak yang mendaftar di fitur Find Alumni. Kemudian, mereka meluncurkan mini drama AADC 2014, yang sudah dibahas sedikit di atas.
Mengapa AADC? Film AADC banyak ditonton oleh remaja/ anak-anak pada tahun 2002. Sudah 12 tahun, berarti rata-rata dari mereka yang dulu sempat kena demam AADC kini sudah berumur sekitar awal 20-an hingga awal 30-an. Tentu saja, ini sangat cocok untuk target segmen produk Find Alumni mereka. Alumni yang masih baru, adalah early adopter yang baik, karena mereka sangat familiar dengan internet dan gadget, juga senang dengan aplikasi instant messenger yang kini menjamur di mana-mana. Selain itu, kelihaian para anggota segmen ini di media sosial adalah nilai plus.
Unsur kejutan dari LINE sendiri akan rilisnya mini drama, tentu menambah sihir marketing mereka, dan mengurangi backfire yang mungkin terjadi. Coba bayangkan, jika LINE merilis bahwa mereka akan membuat mini drama AADC, yang merupakan kelanjutan dari film itu sendiri jauh-jauh hari, orang-orang akan berekspektasi sangat tinggi. Jika hasilnya tidak sesuai yang diharapkan dan orang-orang tidak suka, maka citra produk baru Find Alumni itu sendiri yang akan menanggung kerugiannya.
Selain itu, meskipun orang-orang mengkritisi setting yang tidak sesuai, Mamet yang tidak muncul, atau perbedaan waktu antara New York (Rangga) dan Jakarta (Cinta) yang tidak kentara, respon orang-orang di media sosial sangat positif. Banyak orang berharap agar AADC benar-benar dibuat sekuelnya, berbagai macam meme pun berseliweran. Bahkan ada juga yang sudah membuat parodinya di Youtube.
Tidak sedikit juga orang yang ingin iseng-iseng mencoba fitur Find Alumni, dan terkoneksi kembali dengan teman lama.
Siapakah yang untung besar di sini? Nicholas Saputra dan Dian Sastro yang namanya terangkat lagi? Nico dengan film barunya yang akan segera rilis? LINE dengan lonjakan orang-orang yang ingin mencoba fitur Find Alumni (dan big data yang mereka peroleh)? Atau orang-orang yang dimanja dengan nostalgia masa lalu?
Semuanya untung.
Well, kecuali Dennis Adhiswara (Mamet) yang tidak diajak reunian oleh geng Cinta, mungkin.

Advertisements

4 thoughts on “Ada Apa dengan Cinta? Ada Apa dengan LINE?

  1. Halo salam kenal
    Saya suka blog Anda!
    Sangat inspiratif.
    Mengenai LINE, Saya ingin sedikit berbagi uneg-uneg.
    LINE memang dibuat di Jepang Oleh perusahaan naver.jp. Perusahaan ini notabenenya anak perusahaan Naver.inc di Korea. Saya Sangat kagum bagaimana LINE bisa menyalip popularitas kakao talk di Indonesia. Tim marketing line sepertinya tahu betul kebiasaan chatting org Indonesia. Stiker lucu dan banyak promo menarik seperti menu ayam KFC atau paketan produk dr Indomaret. Berbeda jauh dengan kakao talk. Karena titik beratnya di pembicaraan (talk), program kakao tiap hari adalah BUZZ event. Topik topik sudah dipilih untk dibicarakan Tp saya bingung cara pakainya. Kedua, line menyediakan layanan komunikasi yg lebih stabil drpd kakaotalk. Whatsapp pun seperti Tak Mau kalah dgn mengupdate fitur telpon gratis. oh ya, perusahaan navee sendiri patut diacungi jempol. Bayangkan yahoo.com saja terlempar dr pasaran korea karena kekuatan browser dr Korea.

    Oh ya, Saya punya pertanyaan terkait dgn Amerika.
    Kawan saya di Amerika Serikat mengirimkan sepucuk surat dan menyelipkan souvenir kecil di dalamnya. Herannya, Sampai Saat ini saya tdk mendapatkan surat tersebut. Sebelumnya saya berhasil mengirim surat ke Amerika dgn gantungan kunci . Apakah Titan tahu kemungkinan alasannya?
    Terima Kasih

    salam kenal,

    Alfi

    Like

  2. Salam kenal,

    Terima kasih atas tambahan informasi soal LINE. Saya benar-benar mengapresiasinya.

    Untuk souvenir, saya sebelumnya tidak pernah mengirimkan souvenir kecil di dalam surat. Kalau ada souvenir yang ingin saya kirimkan, biasanya saya taruh di paket/ diberi ekstra perangko, tergantung besarnya. Ada kemungkinan perangkonya tidak cukup/ memang butuh waktu yang benar-benar lama. Semoga cepat dapat suratnya, ya.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s