2.00 DP2: Masa Depan Disposable Cup

Masih ingat dengan kelas 2.00-ku semester lalu? Ada dua project yang aku kerjakan, dan project-ku yang kedua belum sempat aku ceritakan. TA-ku, James Christian dan Qifang Wei, akhirnya, mem-posting foto-fotonya di Flickr-nya MIT Ideation Lab. Jadi, aku bisa bercerita pada kalian semua, hehe (hore!).

Tim DP2-ku, dari kiri ke kanan: aku, Tiffany Wong, Justin Pedley, Alejandro Gomez, diambil dari sini. Good job team!

Klien kami, Clover, adalah perusahaan food truck berbasis di Boston. Mereka menawarkan makan pagi, siang, dan malam yang lebih sehat dan fresh, dengan rasa yang luar biasa, yang mereka sebut sebagaiĀ clean flavor. ‘Rasa yang bersih’ kurang lebih artinya, konsumen tak perlu menambahkan zat additif. Kelezatan makanannya keluar dari bahan segarnya masing-masing. Tak ada vetsin, hehe. Konsepnya organik, dan mereka punya resep baru setiap harinya (!). Makanan vegetarian mereka juga luar biasa!

Ada satu masalah yang Ayr Muir, founder Clover, kemukakan pada kami.

Kebanyakan pelanggan kami hanya membeli dua jenis saja, dan memegangnya di tangan kiri dan kanan, karena kami tidak memberikan plastik. Komitmen kami untuk lingkungan sama kuatnya dengan komitmen kami terhadap para pelanggan kami. Selain itu, disposable cup yang kami miliki tidak memungkinkan untuk ditaruh di dalam tas karena bisa bocor.

Apa solusi yang kami temukan?

Dengan plastik bio-degradable, dan tali pemanis, kamu bisa me-roll bungkus minumanmu (jadi kalau tidak habis, kamu bisa menyimpannya dan meminumnya lagi nanti). Selain itu, kamu bisa menaruhnya di tas! Bahkan, bungkus minuman plastikmu ini juga bisa berdiri sendiri. Foto diambil dari sini.

Hasil prototipe terakhir. Selain itu, ada juga pegangan di pinggir-pinggir bungkusnya, sehingga memudahkan kamu untuk memegangnya, tentunya, dengan ukuran yang pas di telapak tangan.

Mungkin ada beberapa dari kalian yang bingung dengan bungkus plastik minuman satu ini. Apa sih yang membuatnya berbeda? Bagaimana cara menggunakannya?
Storyboard. Cara menggunakan produk satu ini. Maafkan kalau gambaranku masih kaku dan kurang jelas untuk dibaca.

Presentasi produk, memeragakan bagaimana produk yang kita ciptakan bekerja lebih baik dibandingkan produk lain yang beredar di pasaran.
Secara umum, dari kelas 2.00 Introduction to Design, aku belajar banyak sekali, mulai dari proses seleksi ide, hingga bagaimana membuat dan menguji prototipe.
Tim-tim lain, dengan klien yang berbeda, membuat banyak hal lain yang menarik. Bagiku sendiri, yang paling menarik adalah kit pengganti popok portabel. Di Amerika Serikat, tiap toilet wanita biasanya dilengkapi dengan meja kecil untuk mengganti popok bayi. Klien tim temanku satu ini, adalah seorang ayah yang mengurus dua bayinya. Sayang, di toilet pria tidak ada meja kecil untuk mengganti popok bayi, dan kadang ayah satu ini kesulitan untuk mengganti popok bayinya di tempat umum.
Banyak sekali ide yang bisa kita telurkan untuk memecahkan masalah sehari-hari dan membuat hidup kita lebih nyaman dan mudah. Apa kamu memiliki ide menarik untuk memecahkan masalah di sekitarmu?
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s