Ragam: Manggung Angklung, Idul Adha, Musim Gugur, dan Regatta

I know it’s long overdue…


Oleh-oleh dari Southeast Asian Cultural Night 2013 di MIT!


Tahun lalu, AIS (Association of Indonesian Students) berpartisipasi dalam acara SEA Cultural Night ini dengan menampilkan Tari Saman dan menyajikan makanan Indonesia (rendang dan telur balado). Tahun ini pun kurang lebih sama. Karena waktu latihan yang amat terbatas, kami memutuskan untuk menampilkan angklung. Jadilah kami bertujuh, dari kiri ke kanan: Jonathan Mailoa, Rezy Pradipta, Azalea Ayuningtyas, Novalia Pishesha, Noor Titan Hartono, Rhogerry Deshycka, dan Erioseto Hendranata. FYI, yang anak undergrad-nya hanya aku dan Gerry lho, hehe. 


Selain menampilkan lagu Yamko Rambe Yamko, kami juga menyediakan makanan Indonesia. Tahun ini, kami memberikan kontras dalam makanan kami: pedasnya telur balado dan manisnya tahu bacem. Sayang sekali, karena keterbatasan tangan, kami hanya membuat kedua makanan ini dalam jumlah terbatas, dan aku tidak kebagian sama sekali. Sebenarnya, ingin sekali makan telur balado dan tahu bacem. Terakhir kali aku makan telur balado, waktu pulang ke Indonesia kemarin. Telur balado ibuku adalah yang paling top. Sedangkan untuk tahu bacemnya, keluargaku tiap hari Minggu selalu membelinya dari Mbak Bar, Mbak yang sering mampir ke rumah menjual jajanan pasar, dan sayur/ lauk-pauk tradisional. Favoritku dari makanan yang dibuat Mbak Bar tentu saja nagasarinya yang tiada duanya, juga jadah (atau ketan kukus), yang biasanya kubakar lagi. Maknyus!

Rezy Pradipta, salah satu ‘sesepuh’ di AIS yang memegang resep-resep makanan Indonesia yang sudah teruji coba, memiliki cara menarik dalam menulis resepnya. Singkat kata: tipikal MIT.

Flowchart untuk resep makanan! Chef Farah Quinn pun belum tentu kepikiran tentang hal ini. Resep dua-duanya murni milik Rezy Pradipta.

Selain SEA Cultural Night, ada hal lain yang menyenangkan minggu lalu. Apalagi kalau bukan Idul Adha! Salah satu hari raya yang paling ditunggu-tunggu, saat di mana umat Muslim merenung dan bersuka cita (dan makan enak, hehe).
Sholat Id di Roxbury Crossing, Boston, di dekat ISBCC (Islamic Society of Boston Cultural Center). Jadi ingat waktu Sholat Id di Albuquerque, NM.

Tahun ini memang benar-benar luar biasa, Subhanallah. Setelah berkesempatan mudik ke Yogyakarta dan menghabiskan Idul Fitri bersama keluarga besar (yang sebagian besar dari mereka belum saya temui selama 4 tahun terakhir), tahun ini kebetulan Idul Adha bertepatan dengan Columbus Day weekend (salah satu hari libur di Amerika Serikat). Karena itu, ini adalah kali pertamanya saya Sholat Id di Boston. Tahun lalu saya tidak bisa ikut Sholat Id karena ada kuliah pagi yang tak bisa saya tinggalkan. Lebih tepatnya, orang tua saya sukses menanamkan prinsip anti-bolos sekolah, hehe. 
Ada banyak anak kecil, orang tua, anak muda. Mulai dari orang Asia, Timur Tengah, Afrika, Eropa, Amerika, ada semua. Rasanya menyenangkan sekali mengetahui ada begitu banyak orang seiman di kota di mana Muslim ada minoritas. Saat khutbah selesai, semua orang bersalam-salaman, seolah kami semua bersaudara. Rasa kangen rumah pun terobati.
Selain merayakan Idul Adha, liburan Columbus weekend kemarin juga, teman dekatku di UWC dari China, Jing Xia, mampir ke asramaku dan jalan-jalan di sekitar Boston selama dua hari satu malam.
Yes, Jing, I just need to post our selfie on my blog…
Selain itu, kami berdua juga mengunjungi teman dekat kami yang lain dari UWC, Simona Boyadzhiyska, di kampusnya, Wellesley College. Jaraknya hanya 40 menit dari MIT dengan bus, atau 30 menit dengan kereta. Kampus Simona ini luar biasa sekali teman-teman, mereka memiliki danau super besar (lebih besar dari danau UI) dan hutan lebat di kampus mereka, yang tentu saja luar biasa indahnya. Sejujurnya, satu kekurangan yang MIT miliki adalah letaknya yang benar-benar di tengah kota, sehingga, menurutku pepohonannya kurang banyak, dan terlalu padat/ ramai, meskipun akses ke manapun luar biasa mudahnya.
Mari kita biarkan foto-fotoku menjawab bagaimana indahnya musim gugur di Wellesley.
Pohon-pohonnya dibentuk lucu sekali. Kata Simona, ada mesin pemotong khusus untuk pepohonannya.
Semua warna ada: merah, jingga, kuning!

Seperti biasa, foto kaki yang tak pernah absen, hehe.

The last but not the least, hari ini teman sekamarku, Katie Adler, mengikuti regatta, alias lomba dayung yang bergengsi, namanya Head of the Charles Regatta. Sesuai namanya, lomba ini berlangsung di sungai Charles, yang berada di sebelah asramaku. Aku dan Yee Ling Gan, temanku dari Malaysia, memutuskan untuk datang dan menyemangati Katie.
Kurang lebih jaraknya 5km. Aku dan Yee Ling berdiri di dekat garis start.
Walaupun tidak juara, Katie yang mewakili tim The Tech bersama 7 orang lainnya, berhasil memenuhi target: menyalip 2 perahu, dan masuk ke dalam top half. Selain itu, meskipun sudah bulan Oktober, cuaca di luar masih sangat hangat, dan enak untuk jalan-jalan.
 Di pinggir sungai: menonton regatta sambil melihat pemandangan yang luar biasa.

Karena terlihat kecil sekali, aku dan Yee Ling tak bisa menemukan Katie. Latar belakang: salah satu gedung tertinggi di Boston (Prudential Center).
Walaupun rasanya senang, beberapa minggu terakhir ini aku makin sibuk. Aku mulai bekerja sambilan kembali di Kantor Penerimaan Mahasiswa Baru, serta tetap nyambi jadi asdos. Minggu depan adalah minggu terakhir kuarter pertamaku, dan aku harus menghadapi ujian 2.01 (Mekanika) di minggu yang sama. Walaupun rasanya lelah, tetapi aku harus tetap semangat. Ada target yang menunggu untuk tercapai. Semoga kalian juga tetap semangat untuk sekarang, dan seterusnya. Mari saling mendoakan, hehe.
Salam dari musim gugur di Cambridge/ Boston!
Advertisements

One thought on “Ragam: Manggung Angklung, Idul Adha, Musim Gugur, dan Regatta

  1. mbak titannn. pengen banget bisa kyk embak… saya mahasiswi farmasi di ptn indo nih kak. mau tanya banyak deh kak. kalo mau S2 di MIT caranya gimana ya? share2 dong klo ada mahasiswa S2 yg dr indo bisa ke sana lwt beasiswa. terus share pengalaman kakak pas masa2 sblm keterima di mit dongg hehe tes2 nya apa aja? susah atau tidak? urutan seleksinya juga apa aja. makasih kaak.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s