Burung: Cara Terbang Tanpa Menghilang

Ada banyak hal yang ingin saya ceritakan kali ini. Beberapa di antaranya terinspirasi dari teman-teman yang bertanya pada saya sebelumnya.
Bagaimana rasanya sekolah di Amerika Serikat? Bagaimana pergaulannya? Bagaimana tanggapan mereka dengan identitasmu sebagai Muslim?

Kalau kata orang tua (di mana-mana) tentang semua itu kembali pada bagaimana cara kita membawa diri, memang ada benarnya. Tak peduli mau di Amerika Serikat, China, Eropa, Afrika, Singapura, di manapun. Semua itu pilihan kita masing-masing, seperti hidup kita yang isinya pilihan semua.
Sebagian besar orang akan mengerti jika kamu butuh makanan halal (atau terpaksa jadi vegetarian) saat kamu jalan-jalan hari Minggu dengan mereka. Sebagian besar orang juga akan mengangguk dan memberikan tempat jika kamu memberi tahu kalau kamu butuh tempat kosong dan bersih untuk sholat. Setidaknya di Amerika Serikat, kebanyakan orang akan maklum. Mungkin hal ini berbeda di negara lainnya yang tak seliberal dan se-melting pot Amerika Serikat. Kuncinya hanya satu: berani mengatakan identitasmu. Orang-orang penasaran itu biasa, dan kadang kamu harus melayani rasa penasaran mereka. Asal jangan sampai identitasmu terkorbankan karena kamu mencoba berbaur.
‘Meneriakkan’ identitasmu juga secara tidak langsung menyeleksi alam pergaulanmu di tempat baru. Jika teman-temanmu hobi minum alkohol, dan kamu menolak sekali dan menjelaskan alasan penolakanmu, mereka tidak akan mengajakmu lagi karena alasan menghormati. Kalian tetap menjadi teman, tapi bukan saat kalian minum-minum.
Kalau ada teman yang bandel dan tetap mengajak?

Salah satu teman dekat saya di sini, hobinya ajep-ajep ke pesta. Saya pernah ke pesta karena penasaran, tetapi tidak sampai satu menit, saya langsung keluar karena tidak tahan dengan lagu keras-keras serta manusia-manusia yang lengket menari dan membaurkan keringatnya pada satu sama lain. Teman saya ini tidak menyerah, dia tetap mengajak saya berkali-kali ke pesta, dan sangat persisten. Biasanya saya hanya tanggapi dengan senyum dan penolakan. Suatu hari, dia mulai memaksa saya dengan memberikan alasan bahwa saya orang yang anti-sosial karena tidak mau ke pesta. Saat itu, lampu merah menyala. Teman saya benar-benar terkejut karena saat itu saya memberikan ceramah mengenai identitas, kepercayaan, dan arti dari anti-sosial. Untunglah dia mengerti.
Bagaimana rasanya setelah 3 tahun di Amerika tidak berjilbab kali ini kembali ke tanah yang sama mengenakan jilbab?

Rasanya luar biasa. Saya tak perlu menjelaskan hal-hal mendetail semacam, “Saya tidak makan babi, gelatin, alkohol, atau marshmallow,” karena jilbab saya sudah mengatakan segalanya. Rasanya juga luar biasa, karena terkadang saat saya duduk sendiri di dining hall, seorang Muslim yang belum saya kenal sebelumnya bisa duduk di hadapan saya, dan kami akan mengobrol seperti dua orang sahabat lama. Selain itu, dosen-dosen saya pun lebih mudah mengenali saya, yang bisa berarti saya tidak bisa tidur lagi saat kuliah karena akan langsung ketahuan, hehe.
Jangan takut melanglang buana membawa identitasmu sebagai burung tekukur. Karena di antara burung-burung sekuat elang pun hanya kamu satu-satunya yang bisa bersenandung.
Advertisements

3 thoughts on “Burung: Cara Terbang Tanpa Menghilang

  1. Kamu sangat beruntung berada di negara Amerika. Aku di Korea, negara yang sebagian besar adalah orang atheis. Bahkan ketiga teman sekamarku tidak tau bahwa agamaku adalah Islam. Mereka bertanya tentang hampir segala hal. Yang paling menyebalkannya, mereka kurang pintar berbahasa Inggris sedangkan aku tidak bisa berbahasa Korea. Lain waktu di kelompok English conversation, beberapa orang mengira bahwa hijabku adalah fashion. Meskipun aku berkerudung, mereka kerap bertanya “Apa agamamu?”

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s