A Milestone

Sebelum saya mulai cari banyak alasan untuk menunda menulis…

Lantai tiga. Asrama yang sama dengan tahun lalu, dengan pemandangan yang berbeda dari jendela kamarku.

Berbangga hati rasanya, dan bersyukur luar biasa: saya memulai tahun kedua saya di universitas (dan tahun keempat saya di Amerika Serikat), kakak saya akan mulai merantau ke Kota Gudeg untuk meneruskan S2-nya besok, adik saya memasuki tahun terakhir di SMA, dan teman saya, Ratna, berhasil ikut pertukaran mahasiswa ke Korea. Alhamdulillah, luar biasa, Allahu Akbar.

A milestone, sebuah titik pencapaian.

Beberapa waktu lalu saya memutuskan hal yang seharusnya telah saya lakukan dari dulu. Efek dari keputusan inilah yang benar-benar menarik.

Di Indonesia, teman-teman saya dengan seragam berkata, “Wah, Titan pakai kerudung? Makin cantik, subhanallah. Semoga tetap istiqamah, ya.”

Sementara teman-teman saya di Amerika Serikat mengatakan hal yang berbeda-beda.

Untuk teman-teman yang Muslim:

Kebanyakan dari mereka bertanya, “Mengapa baru mulai memakai sekarang? Mengapa tidak dari dulu?” Saya hanya senyum, tak tahu jawabannya. Kalau saja mereka tahu, kalau saya sebenarnya menyesal karena saya tidak memakainya dari dulu.

Beberapa dari mereka terkejut, lalu menyembunyikan keterkejutan mereka, dan mengucapkan selamat.

Satu yang sama: mereka semua mendoakan. Rasanya luar biasa.

Untuk teman-teman yang non-Muslim, mereka tidak bereaksi apa-apa. Maklum, Amerika Serikat adalah salah satu negara yang menganggap agama adalah urusan pribadi masing-masing, sehingga mereka tidak mencantumkannya di dalam ID Card mereka. Reaksi paling ekstrim dari mereka adalah, “Eh, kamu kan tidak berkerudung tahun lalu?” yang kujawab dengan senyuman, “Ya, benar sekali.”

Saya sempat khawatir, karena semua foto paspor, visa, dan KTM saya menggunakan foto beberapa tahun lalu saat saya belum berkerudung, saya akan menghadapi masalah saat imigrasi masuk ke Amerika Serikat.

Ternyata, petugas imigrasi yang saya dapatkan adalah petugas teramah yang pernah memeriksa dokumen saya selama empat tahun terakhir. Beliau bahkan sempat mengucapkan, “Semoga sukses untuk tahun sophomore-mu!” Terima kasih kepada petugas yang sama, beliau memberikan tanda ‘OK’ untuk pengecekan koperku, sehingga saya tak perlu berlama-lama di petugas bea cukai.

Saat mau menaruh koperku untuk recheck-in lagi, petugas bandaranya bahkan menyapaku hangat, “Assalammualaikum.”

Sapaan itu bukan satu-satunya yang pernah kuterima selama aku tiba di sini untuk tahun ajaran ini. Orang-orang Muslim yang kebetulan lewat, mereka pun menyapaku dengan hangat.

Selain itu, rasanya luar biasa melihat diriku menjadi satu-satunya wanita yang berkerudung di kelas Elektronika untuk Sistem Mekanik hari ini. Hehe.

Inilah yang saya butuhkan selama ini: sebuah identitas.

Subhanallah, Alhamdulillah. I wish I have done this earlier.

Advertisements

6 thoughts on “A Milestone

  1. Alhamdulillah … skrg Noor Titan berjilbab.
    Semoga kuliah di MIT-nya smakin lancar sampai ScD atau PhD terus pulang ke Indonesia ngajar (jd dosen) di ITB krn Titan dulu SMAN 3 Bdg and rumah ortu di Cimahi Bdg.
    Titan di MIT ambil Dept apa ? MechE, EECS apa AeroAstro ? Semoga pilihan Titan benar2 yg trbaik.
    Aamiin.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s