Kepribadian? Because It’s Me

“You can read a person’s personality from his/ her piece of writing, like reading a book, word by word.”

Saya selalu percaya bahwa seseorang bisa dengan mudah membaca kepribadian seseorang lainnya lewat tulisan.

Tetapi, apa memang semudah membaca tulisan? 


Semua orang bisa menulis, tetapi tidak semua orang bisa menulis hal yang ‘sampai’ di hati orang lain. Ditambah lagi fakta bahwa orang lain lebih mudah menangkap hal-hal yang tak bisa dipahami diri kita sendiri; semut di seberang lautan kelihatan, gajah di pelupuk mata tidak kelihatan.

Faktanya, mengetahui kepribadian melalui tulisan mungkin cara termudah yang ‘paling susah’. Jika syarat-syarat minimal seperti sampainya tulisan di hati orang lain dan tercapainya minimum critical thinking level si orang yang berkehormatan untuk menilai, tentu saja hal ini menjadi mudah.

Maka dari itu, jangan tercengang dengan seberapa banyak orang (apalagi di Indonesia ini), yang berani membayar ratusan ribu hingga jutaan rupiah untuk melakukan psikotes, talents mapping, atau favorit ibu-ibu muda yang ingin tahu bakat anaknya: tes sidik jari.

Jangan kaget pula dengan fakta bahwa orang mudah tergiur dengan tes daring tentang kepribadian. Bertebaran mulai dari social media, hingga lembaga profesional yang memberikan sampling gratis online. Tentu saja, jika kau ingin report lengkapnya, uang yang tak sedikit haruslah keluar.

Lalu, mengapa orang-orang susah payah mencari cara mengetahui kepribadiannya?

Karena mengetahui kepribadianmu, berarti kamu bisa membaca masa lalu, kini, dan depanmu. Bisa membuatmu mengerti strength, weakness, opportunity, dan threat yang kamu miliki. Mampu menganalisis hal yang bisa kamu kembangkan, sehingga kontrol terhadap dirimu sendiri berhasil sepenuhnya kamu pegang. Singkat kata, self-actualization.

Bahkan, tingkat pengertian yang lebih tinggi bisa membuatmu mengerti kehidupan sosialmu, membantumu mengatasi masalah dengan orang-orang di sekitarmu, yang biasanya muncul dari salah paham atau ego yang berlebih. Luar biasa.

Tak apa bila saya bermimpi bahwa Indonesia bisa jadi lebih baik dengan orang-orang yang mengerti batasan dan kesempatan dalam dirinya, ‘kan?

Indonesia lebih baik, sounds promising. Bagaimana memulainya?

Mudah. Seperti kata Aa Gym, mulai dari diri sendiri, mulai dari hal yang dekat, dan mulai dari sekarang. Apalagi momentumnya pas sekali untuk teman-teman yang Muslim, bulan Ramadan!

Mari kita mulai dengan diri saya sendiri. Bukannya mudah, saya mencoba mulai dengan menelusuri blog saya sendiri. Pelajaran yang terangkum dalam 2 postingan mengenai hari-hari yang telah saya lalui hingga pengalaman saya mengecap ilmu di pedalaman Amerika Serikat, tepatnya di Montezuma, NM (lihat di Kolase Hidup Ronde Pertama dan Kolase Hidup Ronde Kedua), membuat saya mengerti siapa saya.

Blog saya telah menjadi saksinya. Saya yang saat berumur 11 tahun, mampu mendapatkan medali perunggu di Olimpiade Matematika Nasional. Saat 12 tahun, bergabung dengan pemuda pemudi pramuka seluruh negeri di Jambore Nasional 2006. Saat 16 tahun, memenangi lomba blog untuk pertama kalinya. Saat 17 tahun, tulisan esainya dimuat pertama kali di koran nasional dan berani pergi menuntut ilmu di luar negeri dibekali beasiswa, di pedalaman Amerika Serikat, bersama 199 orang lainnya dari hingga 80 negara. Saat 18 tahun, berani mengunjungi Meksiko, melintasi kota perbatasan Amerika Serikat-Meksiko yang disebut-sebut berbahaya karena perang narkoba, dan menampilkan kultur Indonesia melalui penampilan tari Saman. Saat 19 tahun, lulus dari SMA di Amerika Serikat, mendapatkan beasiswa dari lima universitas yang ada di Amerika Serikat, Kanada, dan Jerman.

Saya yang powerful & energetic. Saya yang selalu ingin pergi melampaui batas-batas yang orang-orang seenaknya tentukan mengenai saya; mereka tak tahu bahwa kemampuan saya yang powerful & energetic masih menyimpan kejutan di masa depan. Saya sendiri tak bisa memprediksikan akan menjadi manusia seperti apa nanti, tetapi setidaknya saya tahu siapa saya, dan saya mampu mencapai limit unstoppable sebagai manusia yang ingin terus menjadi lebih baik.

Menyesalkah saya mengetahui diri saya yang seperti ini? Tentu tidak, because it’s me. Inilah diri saya.

Seperti Sony VAIO E14P terbaru yang menyediakan pilihan warna yang sesuai dengan kepribadian saya.


Sumber gambar dari sini.

Warna hitam yang elegan, dengan aksentuasi merah yang bisa dilihat dari sudut yang berbeda, mampu membuat orang-orang terkejut. Just exactly like me, saya bisa jadi kejutan bagi orang-orang, baik yang dekat maupun yang baru mengenal saya.

Di balik desain yang luar biasa, tersembunyi kekuatan tak terkira. High-end processor (for God’s sake, it’s the 3rd generation of Intel Core i7!), and unimaginable specs, like AMD Radeon HD 7670M GPU discrete (VRAM 1GB) within a 14 inch laptop! No one can ask for more. 
Asyiknya lagi, long battery life membuat hidup saya jauh lebih mudah, karena jangan ditanya betapa susah menemukan stop kontak yang sesuai di bandara internasional saat transit, yang rata-rata sekitar 3-4 jam. Masih segar di ingatan, surel yang mampir di kotak masuk saya belum sempat dibalas semua karena batere laptop yang habis, saat transit di Hong Kong.

Belum lagi, dengan teknologi X-Loud yang luar biasa, presentasi mengenai kebudayaan di manapun dapat berjalan lancar tanpa membutuhkan ekstra speaker demi memutar video atau lagu. Saya pun bisa membayangkan, suara dari teman-teman saya menjadi lebih jelas saat mega Skype session lintas benua dengan teman-teman saya yang tersebar di Jepang, Tanzania, Filipina, Bulgaria, Belanda, Meksiko, Kamboja, dan Palestina; karena X-Loud juga membuat clarity, seberapa jernih suara yang dikeluarkan, menjadi lebih baik.   

Now, people can say, “You can read a person’s personality from his/ her laptop, like reading a book, word by word.”


*Postingan ini diikutsertakan dalam lomba yang diadakan di Female Daily.

Advertisements

One thought on “Kepribadian? Because It’s Me

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s