Kekerdilanku Adalah Kebesaranku

Andien-Pulang
Aku baru saja kembali dari AND (African National Day) Show; pertunjukkannya memang luar biasa. Hal yang paling kusyukuri adalah kesempatan untuk mengenal sisi lain teman-temanku yang tak pernah kulihat dalam hari-hari biasa.
Aku duduk di atas tempat tidurku, dengan piyama warisan dari ibuku yang berwarna biru dan bergambar boneka berbagai pose. Teman sekamarku pergi ke after-party-nya AND; awalnya dia tak akan datang, tetapi karena gennya memang gen pesta, apa boleh buat dia pergi juga.
Boleh jujur?
Aku merasa kerdil. Malu rasanya setiap kali melihat jurnal daring berkatakunci milikku. Aku menulisnya hampir tiap hari. Mencari tempat untuk menuangkan segala sesuatu yang tercecer dari otakku. Tetapi belakangan ini kulihat hanya keluhan yang ada di sini.
Nilai kecil. Tugas yang tak pernah berakhir. Masalah dengan teman. Proses masuk universitas yang sulit.
Mengapa aku tak bisa membesarkan hatiku sedikit saja untuk menjadikannya semakin besar? Mengapa aku susah sadar bahwa hidup ini tak hanya kimia, fisika, matematika, ekonomi, dan Bahasa Inggris saja? Mengapa aku tak sadar-sadar jika hidup ini tak hanya soal skala 7 dari 7 di kurikulum IB? Tak hanya soal SAT, tak pula soal TOEFL. Juga bukan hanya soal universitas-universitas top tersebut.
Karena aku yang bermimpi, aku yang jauh lebih mengerti keadaanku sendiri.
Aku hampir menangis ketika menonton pertunjukkan AND hari ini. Mengapa aku baru terdorong kali ini bahwa UWC terlalu besar untuk dihargai dengan akademik, IB, dan SAT? Tak banyak yang punya kesempatan seperti aku.
Aku bertekad untuk berbagi melalui blog ini, tetapi jika aku tak punya hal yang dibagi selain hal-hal akademik, buat apa? UWC terlalu spesial untuk itu.
Benar sekali,

“Banyak hal yang terlalu spesial untuk dihargai dengan hal-hal kulit saja.”

Setidaknya aku sempat sadar ketika aku masih di tempat ini, bukan ketika aku sudah meninggalkannya; aku yakin hanya penyesalan mendalam yang tersimpan saat itu.

Aku mencintai tempat ini sebagai sekolah yang luar biasa.

Kekerdilanku dalam hal menikmati segala sesuatu yang ada dan tersedia, kali ini merupakan kebesaranku.

“Hari ini Sayang, aku akan pulang, berlabuh di dekap cintamu. Karena pelukmu akan selalu membuat diriku jatuh cinta.” Andien-Pulang

Terima kasih, UWC.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s