2 Setengah Bulan

Tak terasa Bulan November sudah berjalan 10 hari. Hari apa sekarang? Hari pahlawan, tepat sekali. Maka, sebelumnya, izinkan aku merenungkan seberapa berartinya pahlawan ini buatku. Yang jelas, jika mereka tak ada, aku tak bisa mencicipi kesempatan seperti hari ini.

Setahun yang lalu, saat masih ada di 3 (ah, aku kangen tiga) saat sumpah pemuda tepatnya, ada lomba menulis. Dan aku menang. Judulnya? Tentang Sumpah (Serapah) Pemuda. Kalau saja aku bisa membaca tulisan itu lagi, rasanya pasti ditampar, haha.

Menjadi penerus jejak pahlawan tak perlu repot sebenarnya. Wah, aku jadi ingat hari Sabtu kemarin ada event Fast to Feed UWC USA-UNICEF. Puasa 24 jam untuk menunjukkan kepedulian terhadap jutaan anak yang bahkan tidak makan dalam kurun waktu lebih dari 24 jam. Karena terbiasa puasa, jadinya biasa saja. Boleh minum air putih segala lagi. Tapi temanku banyak yang puasa untuk pertama kalinya. Lucu juga ketika mendengar komentar mereka.

“My brain can’t work properly. I feel so tired.”

“It’s not too bad, except the hungry. I fall asleep along the day.”

“I can’t think, I can’t do my homework.”

Kalau di Indonesia? Bulan Ramadhan sekolah tetap jalan, padahal kalau pulang naik angkot kipas-kipas tak membantu banyak, haha.

Jadi, kami mengenakan gelang biru-putih untuk menunjukkan kami berpuasa. Sekaligus untuk menghindarkan diri dari teman-teman yang barangkali tidak puasa dan menggoda untuk makan.

Sialnya, karena daylight savings time berakhir hari itu juga, puasanya nambah jadi 25 jam. Tapi, karena saat pukul 10 malam teman-teman mulai pada buka (dimulai dari jam 11 malam sebelumnya), ya aku comot saja makanan di Student Center. Aku timbun ramen yang dibagikan di sana juga, haha.

Minggu malam setelah buka, aku langsung ngeloyor ke pesta ulang tahun region mate-ku, Ha Dang dari Vietnam. Lucu juga, dan ramai luar biasa (karena sebagian besar yang datang orang Asia!). Yang asyiknya, second year-ku yang dari Jepang, Jun Yasuda, dan country mate-nya Ha Ha, Vu Chau, membuat hadiah spesial: makanan Asia! Yang kumaksud adalah nasi yang manusiawi sebenarnya. Karena diperbolehkan icip-icip, ya aku ambil banyak, haha.

Sialnya, region mate-ku yang lain, Soph dari Kamboja mencolek kue ulang tahun buatan Ahmad, dan mengoleskannya ke wajahku. Akhirnya malam itu jadinya kejar-kejaran pacolek-colek krim kue.

Kembali ke kamar dengan muka belepotan krim dan baju yang kotor, aku ingin beranjak tidur. Tapi teringat keesokan harinya adalah Senin dan ada ulangan kimia, akhirnya kau mengurungkan niatku untuk tidur. Kutarik buku kimiaku dan setumpuk kertas yang menyertainya. Kubaca, dengan sekali-kali kantuk tak tertahankan dan menguap.

Paginya, jam setengah tujuh pagi saat dunia masih gelap (setidaknya itu yang terlihat dari jendelaku), seseorang berlari dan berteriak: It’s FREE DAY! It’s FREE DAY!

Aku tersentak, bangun, mencerna, mengambil ponsel, dan mengecek email. Secepat itu. Ternyata benar, hari itu Free Day alias hari tanpa kelas. Ini kesempatan yang langka, karena tak ada cerita guru rapat dan sekolah libur seperti di Indonesia. Free Day ini keputusan dari gurunya juga, mempertimbangkan siswanya yang lelah karena tugas, dan sebagian besar kurang tidur.

Hari itu cuaca cukup hangat dan menyenangkan. Kemudian, kami memutuskan untuk piknik di lapangan sepak bola. Aku, Lucien, Simona, Vu Vu, dan Adilson, bermain pictionary, ninja, dan sebagainya, dan sebagainya. Menyenangkan luar biasa, dan membuat kepalaku relaks.

Tak sampai di situ, hari itu juga aku dan Lucien mengubah tata letak furniture di kamar kami. Dan hasilnya? Terlihat lebih lapang dan luas!


Ya, ada bendera di sana. Bukan mau sok nasionalis, tapi bendera ini kadang menyemangatiku dan membuatku berpikir: aku ada di sini mewakili Indonesia. Tentu ini jadi lecut juga buatku, yang kadang apinya mati di tengah jalan.

Setelah beberapa hari tenang dan menyenangkan, deadline Internal Assessment Economy-ku pun mendekat. Tensi anak Econ Firsties meningkat, karena bahkan ada yang belum selesai. Aku tenang-tenang saja, karena guruku sudah meng-ACC IA-ku.

Saat H-2, aku menanyakan IA-ku pada Vu Vu, second year-ku dari Vietnam. Dan dia geleng-geleng kepala. Aku pun mengulang kembali IA-ku malam itu.

Kenapa aku lebih percaya padanya? Karena dia second year. Dan guru ekonomi yang mengajarku masih baru, dan masih ragu dengan apa yang IB harapkan dalam IA kami.

Saat H-1, aku kembali meminta pendapatnya. Dan aku masih harus merombaknya. Maklum, ini pengalaman pertamaku membuat essay seperti ini. Dalam Bahasa Inggris pula.

Hari H, dini hari, aku masih merombak IA-ku di Second Floor Dayroom bersama dua temanku yang lain: Simona dan Andrea. Dengan segelas teh jeruk dan potongan pizza dari Andrea, kami melalui malam itu. Untung aku masih bisa tidur 5 jam.

Tanya: Bagaimana Simona dan Andrea? Mereka hampir tidak tidur malam itu. Semoga perjuangan mereka dibayar setimpal dengan nilai yang luar biasa, amin.

Jadi, hari ini, dengan mata masih terkantuk-kantuk, aku melalui 3 kelasku, tutoringku di West LV High School, dan kelas First-Aid Trainingku. Setelah dinner, aku kembali dihadapkan dengan tugas fisika, matematika, dan bahasa Inggris.

Untung besok aku punya free-code di pagi hari. Lumayan untuk membuatku tidur lebih. Kemudian, aku ada meeting dengan advisorku tentang nilai midterm-ku. Barulah kelas siangku dimulai.

Semoga semuanya dilancarkan, termasuk tugas Research Paper Bahasa Inggrisku yang deadlinenya minggu depan. Semoga nilai midtermku luar biasa. Aku hanya tak ingin mengecewakan siapapun.

Dan 2 minggu lagi Thanksgiving. Libur panjang yang cukup untuk recovery siklus tubuhku. Dan sebulan lagi: semester ini usai, winter break dimulai. Sungguh cepat rasanya.

Berdasarkan Weather Forecast, minggu depan salju mulai turun. Aku tak sabar melihatnya, tapi aku ingin berdamai dengan dinginnya.

Pekan ini, North American Cultural Days dimulai. Setelah Dress-Like-Your-Roomie-Day kemarin, besok ada Pajamas Day. Entahlah, aku masih belum sreg kalau harus mengenakan piyama ke kelas.

Selamat datang November. Selamat datang musim salju. Selamat datang kehidupan yang luar biasa!
Advertisements

2 thoughts on “2 Setengah Bulan

  1. Hi Titanita!!! I love your blog!! It's amazing, please write more about UWC, and I want to send greet to all Indonesian people!!,

    %% %%
    %%%% %%%%
    %%%% %%%%
    %% %%
    %
    %%%
    % % % Adilson!!!!
    % %
    % %
    %

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s