Trick or Treat!

31 Oktober, Halloween pertamaku yang bukan abal-abal. Heran, di Indonesia juga pada merayakan Halloween, padahal bukan budayanya. Department store menggelar diskon besar-besaran, toko-toko dan restoran didekorasi sedemikian sehingga, menarik pengunjung, seperti budaya sendiri saja.

Ternyata beda juga, ya, rasanya kalau mencecapnya langsung di tempat. Malam minggu kemarin setelah Castle Concert (gila, bagus-bagus banget yang nyanyi sama main musik, BCL lewat!), ada Halloween Party di Student Center. Tapi aku lebih memilih diam di kamar. Mengapa? Mari kita main tebak-tebakan, hehe.

Hari Minggunya, setelah bangun telat dan terburu-buru menuju Castle (takut cafetarianya keburu ditutup, mana breakfast dan lunch disatukan lagi), aku kembali ke kamar. Ingin mengerjakan tugas, tapi ujung-ujungnya mengorok, untung masih ingat untuk sholat.

Setelah dinner yang dijalani dengan setengah sadar, antusiasmeku terlecut tiba-tiba. Mungkin karena ada kontes kostum di cafetaria, dan kostum mereka semua luar biasa. Semangat memburu permen pun mau tak mau membara juga. Lumayan, biar tak usahlah beli di Walmart, dollarnya ditabung dan ditukar dengan rupiah biar kaya (seperti inilah pola pikir orang Indonesia di mana-mana: mau untung, tak mau rugi).

Akhirnya bergegaslah aku kembali ke dorm. Mengeluarkan mukena yang diberikan Ratna dengan penuh kasih, biar aku ingat sholat selalu. Maaf, Ratna. Sungguh maaf. Aku tak punya kostum lain.

Kemudian aku berlari ke kamar temanku, Selen dari Turki, dan Andrea dari Mexico. Mereka membantuku berdandan, memulas dengan bedak, menggambar dengan pensil alis. Sesegara setelah itu, aku, dan dua orang partner-in-crime-ku: Adilson dari Mexico dan Lucien dari Belanda (yang juga teman sekamarku) mulai menyatroni kampus, memaksa orang-orang memberikan permennya.

Tidak juga sih. Kami jalan ke rumah guru-guru nun jauh di perbukitan sana, lebih jauh dari kastil. Capek? Apa sih yang nggak buat permen, begitu motto hati kami.

Sukseslah kami, dan banyak yang suka dengan kostumku.

“Titan! You look really creepy!” -Nicol, Costa Rica ’12

“AAA! Who are you?? If you joined Costume Contest, you would win!” -Faculty

“You look like Cambodian ghost!” -Sopheaktra, Cambodia ’12 (yang satu ini, ya iya dong, hantu Asia kurang lebih kan sama semua)

Dan terima kasih untuk Rigsar, dari Bhutan, untuk fotonya. Saya catut dengan citation kok, APA style kan? Hehe.

Dan hasilnya, apalagi kalau bukan permen yang banyak. Sudah dibagi-bagi ke 8 orang, tapi aku masih dapat dua atau tiga genggam penuh. Favoritku: M&Ms!


Kembali ke kamar dengan tangan yang kepayahan membawa coklat dan permen-permen, aku senang. Saat ke kamar mandi, aku teriak. Pensil alisnya permanen! Untung tidak, tapi aku menjerit juga. Pembersih mukaku tak cukup ampuh untuk menghapus hitam-hitamnya yang belepotan. Beberapa menit kemudian, aku memijat-mijat wajahku, berharap nodanya hilang dari sana.

Happy Halloween, everyone! Trick or treat!
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s