Rockclimbing, Apache, Milkshake, dan Nyamuk Arizona

Setelah 5 hari yang luar biasa, asyik masyuk di Arizona, merindukan kamar mandi yang manusiawi setengah mati, baret-baret di siku dan lutut guna mencapai puncak rockclimbing, bentol di mana-mana karena gigitan nyamuk yang ganasnya ampun-ampunan, mengecap milkshake terenak yang pernah mampir di lidah, mengetahui sejarah Apache dan Geronimo, aku kembali ke Montezuma (dengan sehat dan pegal di mana-mana, juga nose-bleeding alias mimisan).

Sumpah, aku tak tahu harus mulai dari mana. Untuk gambaran, silakan lihat tempatku rockclimbing di Cochise Stronghold, dan tempatku hiking di Chiricahua National Monument. Semuanya luar biasa! Karyawisata yang tak kalah menariknya dengan SMA 3 Bandung angkatan 2011 ke Bali. Oh ya, aku jadi kangen 3. Apa kabar teman-temanku? Apakah jenggot mereka mulai terbakar karena UN, USM, dan SNMPTN?

Bersama 9 orang lainnya (yang sebagian besar orang Amrik, selebihnya: Bahrain, Kanada, Uganda, Latvia, dan Indonesia, tentunya), kami berangkat Rabu kemarin, jam 4 ngaret dari Edith Lansing Fieldhouse, meluncur bersama teman-teman lain yang ke Grand Canyon. 8 jam perjalanan, mutlak membuat pantatku panas. Dipacu hingga kecepatan 75 miles per hour, mini bus berlabel UWC-USA membelah New Mexico dan Arizona. Sempat juga istirahat di gas station, yang diisi dengan mengantri di kamar mandi.

Sore menjelang, tibalah kami di Cochise Stronghold. Sial, panasnya bukan main, karena kami turun ke ketinggian 4000 feet dpl (jangan tanya berapa meter). Belum lagi sejauh mata memandang, pasir di mana-mana. Gurun. Tapi masih ada beberapa kaktus dan semak belukar, juga tanaman berduri mencuat dari tanah bebatuan. Segera mengeset basecamp, mendirikan tenda, dan dasar-dasar rockclimbing seperti menggunakan harness, simpul yang digunakan untuk mengeset rockclimbing diberikan. Makan malam pun rasanya jadi luar biasa, karena perut berteriak minta diisi. Malam pun diisi dengan game-game kecil yang kami tahu dan main frisbee.

Tiga hari berikutnya, pola hidupku kurang lebih sama. Jam jadi hal yang tabu. Bangun sekenanya, tidur seenaknya. Makan, tidur, rockclimbing; begitu terus selama 3 hari. Membosankan? Tidak. Karena aku seolah-olah ditantang untuk menaklukan bebatuan itu. Hari pertama, aku berhasil manjat batu skala kesulitan 4 dari 11 (atau 12, aku lupa). Hari kedua? Sakit badan dari hari sebelumnya menghalangiku untuk mencapai puncak hari itu. Berhenti di empat perlima jalan menuju puncak, kemudian minta turun karena lelah. Dan batunya itu loh, panas. Kami manjat dari jam 11 siang sampai 3 sore, dan rasanya seperti manjat bara. Hari ketiga, dipaksa-paksakanlah aku, dikuat-kuatkanlah tumitku yang berdarah-darah (lebay), dan aku berhasil manjat skala 5 dan 7. Lumayan. Toh sebelumnya aku belum pernah main beginian, hehe.

Dan begitulah ceritanya mengapa badanku berbaret-baret. Mana air terbatas, dan tidak mandi selama 5 hari, lagi. Jadilah luka itu mengering, dengan darah masih menempel di sana. Aku terlalu takut untuk menyterilkannya dengan hand sanitizer, karena perihnya pasti luar biasa.

Percayalah, climbing lebih susah dari rapelling. Aku pernah melakukan turun-loncat-loncat-tebing waktu TC Jambore Nasional 2006, dan itu sedikit meredakan ketakutanku waktu turun. Malah rasanya nikmat tenan rek.

Di hari Minggu, segera setelah membereskan basecamp, kami meluncur ke Chiricahua National Monument, melakukan hiking singkat 5 km. Oh ya, pemandangannya itu loh kagak nahan abiz. Batu berdiri, cuy! Batu berdiri! Mana ada di Indonesia (CMIIW)! Setelah terbengong-bengong lihat batu berdiri, kami meluncur ke Museum Suku Apache dan menikmati milkshake strawberry terenak yang pernah mampir di lidahku di Willycox.

Pulangnya, mampir di Albuquerque untuk makan malam, dan aku makan nasi yang manusiawi juga di restoran cina. Ahong-ahongnya mengingatkanku pada Nana, teman sekelas XII RSBI 2. Ngambil sana-sini, icip sushi, memenuhi mulut dengan kue bulan, ketawa-ketiwi, dan kembali ke Montezuma.

Badan sudah berteriak minta mandi, dan minta tidur. Semalam aku tidur dalam damai dan senang yang berlebih.

Thanks for the awesome trip, David, Kris, Jeanice, Lena, Laura, Thomas, Andrew, Scott, Eric, Danny, and Curtis!

Advertisements

2 thoughts on “Rockclimbing, Apache, Milkshake, dan Nyamuk Arizona

  1. KEREN TITAN! wah sumpah deh bacanya amaze banget! pasti itu pengalaman yang sangat berharga, batu berdiri tan, aku juga pengen liat dong.. titan, bersyukur banget bisa keliling dunia, belajar dari semua hal yang belum tentu orang lain bisa dapet, tetep semangat ya tan! I LOVE U, MISS U SO MUCH TITAAAAN 🙂 🙂 🙂 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s