K untuk Kastil

Sebelumnya maaf, kalau resolusi gambarnya kurang memuaskan. Saya agak malas upload foto dari kamera digital soalnya, hehe.

Ini adalah pemandangan yang bisa dilihat dari kamarku. Ya, ada kastil di sana! Amboi nian, bukan? Elok bukan kepalang, seperti Harry Potter rupanya. Di kastil ini, ada 2 asrama, satu untuk putra yaitu Kosciusko, dan putri yaitu Aconcagua. Asramaku sendiri Kilimanjaro, di lower campus letaknya. Kalau mau makan di cafetaria yang ada di kastil, harus naik tangga dulu. Dan tangganya ada kalau hanya 100-an anak tangga. Lama-lama betisku jadi berotot 🙂

Lalu, di kastil ini, juga ada beberapa kelas, terutama yang social science. Untuk experimental science, art, dan language, ada gedungnya sendiri di lower campus.

Yang menarik adalah kalau seperti hari ini: aku breakfast di cafetaria (kastil-upper campus), lalu kelas kimia di Zeinal-Zade Science Center. Kemudian aku naik ke kastil, karena ada kelas ekonomi. Setelah itu aku turun lagi ke lower-campus, untuk assembly di auditorium. Jam menunjukkan pukul 12, artinya lunch di cafetaria-kastil. Tapi sebelumnya ada kelas Bahasa Inggris dengan Cheikh di ruang 201, IT and Language Center. Setelah leyeh-leyeh sebentar di kamar, aku ke Science Center lagi untuk kelas Self-Taught Indonesian bersama Robin yang Guru Bahasa Perancis. Sore menjelang, aku pun pergi ke Anixter Swimming Pool, berenang di sana, yang airnya hangat dan bikin berkeringat. Kemudian aku ke kastil lagi, untuk dinner, sekalian nyolong apel untuk camilan tengah malam di kamar.

Pertanyaannya adalah: berapa jumlah anak tangga yang kunaiki hari ini? 🙂

Advertisements

6 thoughts on “K untuk Kastil

  1. jadi karena ga ada gurunya, kita belajar sendiri. aku ujiannya tahun depan, harus baca 6 buku bahasa indonesia, dan 5 buku bhs inggris. jadi kita belajar sendiri, analisis sendiri. nanti tesnya bentuknya essay, dan oral commentary. yang oral nanti direkam, terus dikirim ke examinernya. canggih tenan rek!

    Like

  2. wenakeeeeeeeeee dennn…
    aku sirik!!!
    semoga guru di Indo juga bisa diajak seperti itu. Bismillah. Semoga dapet guru yang bisa nunjang aku lebih maju. (lebih enak dan nyantai deng) hihihi

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s